Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch
Tampilkan postingan dengan label Liga inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga inggris. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Mei 2010

United Akan Datangkan Bomber Baru


Dimitar Berbatov merasa khawatir jika Manchester United akan mendatangkan penyerang baru musim panas nanti dan hal itu akan menambah beban baginya untuk bermain lebih baik.

Penyerang yang baru saja mengumumkan pengunduran dirinya dari pentas internasional bersama Bulgaria itu tampil kurang mengesankan sejak kepindahannya dari Tottenham Hotspur dua tahun lalu dengan transfer senilai £30.75 juta.

Belakangan ini Sir Alex Ferguson selalu mengutarakan ketertarikan terhadap ujung tombak Chelsea Nicolas Anelka atau pemain muda Real Madrid Karim Benzema demi mempertajam lini depan Si Setan Merah.

Berbatov masih mengantungi dua tahun kontrak, tetapi pemain Bulgaria itu menegaskan tipis kemungkinan baginya memilih opsi pindah, karena tidak banyak klub yang lebih baik dari United saat ini.

"Saya yakin United akan menggaet striker baru, tetapi saya masih di sini dan hal itu penting," kata Berbatov dilansir The Sun.

"Saya akan berusaha memenuhi kontrak. Kemana saya akan pergi setelah memperkuat United? Saya berada di klub papan atas. Saya tidak tahu jika ada tim lain berminat pada kemampuan saya."

"Dalam dua tahun, situasi bisa saja berubah. Mungkin saya menjadi lebih baik atau lebih buruk."

"Saya telah meraih Piala Liga Inggris dan Liga Primer, tetapi orang-orang terlalu berharap banyak karena nilai transfer yang tinggi. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di musim ketiga nanti."

Selama mengenakan jersey United, Berbatov telah mencetak 26 gol dan bertekad mengulang permainan istimewa yang pernah diperlihatkannya saat memperkuat Spurs.

Senin, 10 Mei 2010

Chelsea Juara, Drogba Top Skor


Chelsea akhirnya memastikan diri menjadi juara Premier League setelah mencukur Wigan 8-0 pada laga pamungkas Liga Inggris, 10 Mei 2010, dinihari WIB. Kemenangan besar yang membuat pesta di Stamford Bridge makin lengkap.

Demi meraih mimpi menjadi juara Liga Inggris. Chelsea turun dengan kekuatan penuh. Kapten John Terry memperkuat lini pertahanan The Blues dan Didier Drogba tampil sebagai ujung tombak. Hasilnya adalah hujan gol ke gawang Wigan.

Sejak wasit Martin Atkinsoon meniup peluit tanda pertandingan dimulai, anak asuh Carlo Ancelotti langsung mengambil inisiatif serangan. Tak perlu waktu lama bagi The Blues untuk memulai pesta golnya. Terhitung enam menit sejak pertandingan dimulai, Nicolas Anelka sudah mampu mencetak gol.

Gol kedua Chelsea datang ketika bek Wigan, Gary Caldwell melakukan pelanggaran di kotak penalti. Hasilnya adalah hadiah tendangan penalti bagi Chelsea, Lampard pun sukses mengeksekusi penalti tersebut. Selain itu, Wigan mesti rela bermain dengan sepuluh pemain, pasalnya Caldwell mendapatkan kartu merah karena pelanggaran tersebut. Skor bertahan hingga babak pertama usai.

Selepas turun minum, Drogba dkk terus memaksa pertahanan Wigan bekerja keras dikarenakan serangan yang tak pernah berhenti. Akhirnya, pada menit ke-54, Salomon Kalou dapat mencetak gol dan memaksa kiper Wigan, Martin Pollit memungut bola dari gawangnya. Dua menit kemudian Anelka mampu menambah keunggulan setelah memanfaatkan umpan matang dari Ivanovic.

Drogba yang tengah memburu gelar top skorer musim ini berhasil menambah pundi-pundi golnya. Tepatnya pada menit ke-63, penyerang asal Pantai Gading tersebut berhasil menanduk bola diantara kepungan dua orang pemain Wigan.

Gol kedua Drogba dicetak melalui tendangan penalti. Joe Cole yang masuk menggantikan Kalou dijatuhkan pemain Wigan di kotak penalti. Drogba pun berhasil menaklukkan Pollit untuk kedua kalinya.

Setelah itu Drogba kembali membuat publik Stamford Bridge bersorak ketika berhasil membuat gol ketiganya. Berawal dari kemelut di depan gawang Wigan, Drogba dapat menyelesaikannya dengan baik. Gol tersebut merupakan gol ke-29 Drogba di musim ini, sekaligus membuat Drogba menjadi pencetak gol terbanyak musim ini.

Kemalangan nampaknya belum selesai bagi anak asuh Roberto Martinez. Ketika laga tinggal menyisakan perpanjangan waktu, Ashley Cole yang melakukan overlapping berhasil menyarangkan bola ke dalam gawang Wigan. Gol ini lahir dari umpan matang Joe Cole di sisi kanan.

Selain penampilan anak asuhnya, Carlo Ancelotti pun patut mendapatkan pujian. Don Carletto berhasil mempersembahkan gelar Premier League yang keempat bagi Chelsea. Padahal, musim ini adalah tahun pertama Ancelotti di Stamford Bridge.

Pesta Chelsea makin sempurna dengan tampilnya Drogba sebagai top scorer musim ini. Tambahan tiga gol membuat bomber asal Pantai Gading tersebut total mengoleksi 29 gol sepanjang musim ini. Mengalahkan striker Manchester United, Wayne Rooney yang mengemas 26 gol.

Bagi Drogba, ini merupakan sukses kedua sebagai top scorer Premier League. Dia pernah melakukannya pada musim 2006-2007 lalu dengan 20 gol. Sukses ini sekaligus melanjutkan dominasi Chelsea karena musim lalu striker The Blues lainnya, Nicolas Anelka juga menjadi top scorer dengan 19 gol.

Senin, 03 Mei 2010

Menang Tipis, MU Tetap Tempel Chelsea

Gol tunggal Nani di menit ke-28 membawa Manchester United unggul 1-0 atas Sunderland pada duel Liga Inggris di Stadium of Light, Minggu (2/5/2010). Kemenangan ini setidaknya membawa MU kembali menempel Chelsea di puncak klasemen. Meski peluangnya tipis, "Setan Merah" masih dapat menjuarai Liga Inggris pada satu laga terakhir pekan depan.

Sejak menit pembuka, tim tamu berusaha secepat mungkin menduduki sepertiga lapangan Sunderland. Striker Wayne Rooney yang sudah pulih dari cedera otot paha langsung memberikan ancaman di menit keempat. Sayang, tembakannya ditepis kiper Craig Gordon. Bola muntah disambar oleh Ryan Giggs, tapi diblok oleh Kieran Richardson.

Selama 20 menit kemudian, Sunderland berhasil meredam serangan tim tamu dan justru memberikan ancaman ke gawang Edwin van der Sar. Giggs sempat membuat kubu tuan rumah cemas ketika sepakan kaki kirinya membentur mistar. Namun, dua menit kemudian, tendangan roket Steed Malbranque memaksa Van der Sar terbang ke kanan untuk menepis bola.

Tak lama kemudian, sebuah kerja sama dari empat pemain MU membuahkan gol dari kaki Nani. Diawali dari Dimitar Berbatov, Rooney memberikan bola kepada Darren Fletcher di kotak penalti. Gelandang Wales itu menyodorkannya ke Nani dan bola ditempa ke pojok kanan gawang Gordon.

Hingga sebelum jeda, "The Mackems" berupaya mengalirkan serangan untuk Darren Bent dan tandemnya Fraizer Campbell. Namun, umpan-umpan dari kedua sayap Sunderland terlalu mudah dibaca oleh kuarter pertahanan MU.

Permainan di babak kedua sama ketatnya dengan paruh pertama. Beru berjalan tiga menit, Berbatov membuang kesempatan pertamanya. Ia berusaha memotong bola dari Rooney, tapi si kulit bulat justru melambung keluar lapangan. Sepuluh menit kemudian, striker Bulgaria itu kembali menyia-nyiakan umpan Giggs.

Menit-menit selanjutnya nyaris tak menunjukkan aksi-aksi berbahaya di kotak penalti. Namun, di menit ke-82, Campbell mendapatkan umpan emas di dekat titik putih. Dasar apes, tendangan saltonya tak mengarahkan bola ke gawang Van der Sar.

Tambahan tiga angka tetap menempatkan MU di posisi kedua Liga Inggris dengan selisih satu angka di bawah Chelsea. Pada laga terakhir, MU akan melawan Stoke City, sementara "The Blues" melawan Sunderland.

Sikat Liverpool, Chelsea di Ambang Juara

Chelsea di ambang juara Premier League 2009-10, setelah berhasil menahg 2-0 atas Liverpool dalam lanjutan Premier League, Minggu (2/5/2010) di Stadion Anfield.

Gol Didier Drogba dan Frank Lampard membuat Chelsea kini mengantongi nilai 83, unggul 4 poin dari saingan terdekat, Manchester United (MU). Jika MU kalah dari Sunderland, maka Chelsea sudah pasti juara. Jika tidak, mereka harus memenangkan partai terakhir lawan Wigan Athletic di Stamford Bridge.

Pertandingan lawan Liverpool itu dinilai sebagai penentu buat Chelsea. Apalagi, Liverpool bukan lawan mudah. Tampil di kandang sendiri, Liverpool berusaha terus menekan. Serangan demi serangan "The Reds" cukup merepotkan Chelsea.

Namun, pada menit ke-33, kapten Steven Gerrard justru membuat kesalahan fatal. Dia kurang cermat dalam memberikan backpass kepada Pepe Reina. Didier Drogba yang bisa membacanya, langsung merebut bola dan membobol gawang Liverpool, setelah mengecoh Reina.

Sejak itu, Chelsea semakin percaya diri. Mereka mulai tampil menyerang dan beberapa kali cukup merepotkan baik lewat Salomon Kalou maupun Didier Drogba. Namun, sampai babak pertama berakhir, kedudukan 1-0 untuk Chelsea tak berubah.

Memasuki babak kedua, Chelsea semakin percaya diri. Mereka berani terus menyerang. Sementara Liverpool cukup kesulitan.

Pada menit ke-54, Chelsea kembali unggul. Sebuah umpan silang Nicolas Anelka gagal dibuang Jamie Carragher. Sehingga, Frank Lampard yang di belakangnya bisa memotong bola ke dalam gawang reina, 2-0.

Carragher tampak cedera dan langsung digantikan Ayala. Liverpool pun berusaha mengejar ketinggalan. Ryan Babel sempat sukses menekan dari sektor kiri dan mendekat ke gawang. Tapi, sebelum menendang, bola dicuri lawan lebih dulu dari belakang.

Serangan Chelsea lebih tajam dan tertata. Pada menit ke-66, tekanan mereka kembali mengancam gawang Liverpool. Sebuah tendangan pertama Florent Malouda keras dan hanya sedikit meleset dari gawang.

Pada menit ke-81, tekanan Chelsea kembali mengancam. Mendapat umpan dari Drogba, Nicolas Anelka menendang bola ke arah gawang. Reina mencoba menangkap, tapi bola lepas. Kalou mengejar, tapi Reina lebih dulu menangkap bola.

Mendekati akhir pertandingan, Chelsea cukup ketat dalam bertahan dan cepat saat menyerang. Lampard dkk pun akhirnya mampu mempertahankan kemenangan 2-0.

Sabtu, 17 April 2010

Gol Telat Scholes Penentu Kemenangan MU

Manchester United harus berterima kasih kepada Paul Scholes. Berkat gol pemain veteran itu di menit 93, 'Setan Merah' berhasil mengalahkan Manchester City dengan skor 1-0.

Bermain di City of Manchester Stadium, Sabtu (17/4/2010), kedua tim sama-sama menurunkan tim terbaiknya. Di kubu MU, Wayne Rooney telah pulih dari cedera dan jadi penyerang tunggal.

Setelah bermain 0-0 selama 92 menit, gol kemenangan MU lahir di menit 93. Scholes yang bermain kurang impresif justru menjadi penentu kemenangan MU dengan sundulannya.

Dengan kemenangan ini, kans MU untuk mengejar Chelsea di puncak klasemen Liga Inggris jadi terbuka. Chelsea sekarang mengumpulkan 77 angka, MU menguntit dengan 76 poin.

Jalannya pertandingan
Kans pertama dalam laga ini dihadirkan kubu City lewat sepakan bebas Carlos Tevez di menit delapan. Eksekusi Tevez ke pojok kanan atas gawang MU masih bisa ditangkap Edwin van der Sar.

Menit 25, giliran MU yang mengancam lewat set piece. Namun kali ini, tendangan bebas Ryan Giggs masih terlalu lemah dan mudah saja dijinakkan kiper City, Shay Given.

Lima menit sebelum jeda, MU beroleh kans mencetak gol lewat Rooney yang mendapatkan umpan dari Antonio Valencia, tapi tendangan Rooney melebar di kanan gawang Shay Given.

Di menit terakhir babak pertama, kembali peluang emas MU gagal menjadi gol karena penyelesaian akhir yang buruk. Umpan silang Valencia disontek Giggs, tapi karena pelan, mudah saja buat Given menjinakkannya.

Kedua tim bermain lebih terbuka di babak kedua. Menit 57, Tevez memberi umpan yang meloloskan Craig Bellamy di kotak penalti MU, tapi tendangan Bellamy melebar di kanan gawang MU.

MU yang memasukkan Nani untuk menggantikan Darron Gibson memetik peluang di menit 71. Umpan silang mendatar Giggs disodok Nani, namun lagi-lagi tak menemui sasaran karena melebar.

Di menit 73, City mengklaim berhak mendapat penalti setelah Gareth Barry terjatuh di kotak penalti. Tapi wasit Martin Atkinson mengabaikannya.

Dari insiden jatuhnya Barry, MU membangun serangan balik. Giggs lolos di muka kotak penalti City dan tinggal berhadapan dengan Given, tapi Giggs tidak tenang dan Given sukses membuang bola.

Dua menit berselang, City mencoba melakukan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Namun sepakan Nigel De Jong terlalu lemah sehingga Van der Sar mudah menangkapnya.

Dimitar Berbatov yang dimasukkan menggantikan Rooney memperoleh peluang di menit 81. Mendapat umpan dari Nani, sundulan Berba tak menemui gawang karena arahnya menyamping.

City sempat membuat pertahanan MU kalang kabut di menit 85. Berawal dari kegagalan Van Der Sar menangkap bola, terjadi kemelut di mulut gawang MU, tapi meski Nedum Onuoha dan Tevez berupaya menendang, bola bisa disapu bek MU.

Di menit 90, City kembali memperoleh peluang, kali ini lewat Wayne Bridge yang menusuk ke kotak penalti MU. Namun sepakan eks bek timnas Inggris itu mudah diamankan Van Der Sar.

Menit ketiga injury time, serangan terakhir MU berbuah gol. Dari Gabriel Obertan, bola dialirkan ke Evra yang lantas melepas umpan silang yang ditanduk Scholes jadi gol. Skor 1-0 buat MU bertahan sampai akhir laga.

Minggu, 28 Maret 2010

Chelsea Pesta Pora Hancurkan Villa

Chelsea tampak kian fokus mengakhiri Liga Primer Inggris dengan torehan positif. Setelah menggelontorkan lima gol ke gawang Portsmouth, giliran Aston Villa dibantai 7-1.

Frank Lampard memborong empat gol kemenangan Chelsea dan berhasil menjadi topskor ketiga sepanjang sejarah klub. Lampard berhasil melampaui catatan legenda Roy Bentley dan Peter Osgood dengan 151 gol.

Tanpa diperkuat Didier Drogba, kekuatan Chelsea rupanya tak bisa diimbangi Villa. Setelah Nicolas Anelka membuka peluang pada menit ketiga, Lampard membuka keunggulan. Menit 15, tendangan sang gelandang menyambut umpan Florent Malouda tak mampu ditahan Brad Friedel.

Pertandingan sepertinya berjalan seimbang ketika John Carew menyamakan kedudukan pada menit ke-29. Umpan silang Ashley Young diubah striker internasional Norwegia itu untuk jadi golnya yang kesembilan dalam delapan partai.

Sebelum terjadinya gol, terjadi kericuhan kecil. Stiliyan Petrov menerima kartu kuning akibat memprotes keputusan wasit yang meloloskan sikutan John Obi Mikel kepada James Milner. Mikel tak mendapat peringatan apapun dari wasit Peter Walton.


Keunggulan Chelsea pulih semenit sebelum jeda. Walton menilai Yuri Zhirkov dilangar James Collins di area terlarang. Eksekusi penalti dituntaskan dengan sempurna oleh Lampard.

Usai jeda, dominasi Chelsea menjadi-jadi. Menit 57, Malouda memperbesar keunggulan tuan rumah memanfaatkan umpan silang Zhirkov.

Villa gagal memanfaatkan peluang menciptakan gol balasan ketika tendangan bebas Milner hanya menghantam pagar betis.

Pada menit ke-62, Zhirkov beraksi lagi. Aksinya memaksa pemain Villa kembali melakukan pelanggaran, kali ini Richard Dunne. Penalti. Lampard pun untuk kali kedua menaklukkan Friedel.

Chelsea makin mengamuk. Enam menit berselang, kombinasi Paulo Ferreira dan Lampard berujung pada gol ke-13 Malouda musim ini. Belum puas, Salomon Kalou menambah pundi-pundi gol Chelsea pada menit ke-83.

Kemenangan Chelsea disempurnakan Lampard pada pengujung pertandingan menyelesaikan sebuah kemelut di depan gawang Villa. Rekor sepuluh partai tanpa terkalahkan milik Villa pun terpatahkan.

Kemenangan ini mengembalikan Chelsea pada persaingan di puncak klasemen Liga Primer. Sebelum pertandingan Manchester United melawan Bolton Wanderers, Chelsea menguasai tampuk klasemen dengan raihan 71 poin.

Sabtu, 27 Maret 2010

Ferguson Mulai Grogi

Manajer Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson, mulai grogi menghadapi pekan-pekan akhir kompetisi Premier League 2009-10. Tidak seperti biasanya, dia mulai dihinggapi perasaan aneh.

Ferguson begitu kenyang pengalaman di Premier League. Bahkan, bersama MU, dia sudah memenangkannya 11 kali. Namun, untuk musim ini, dia begitu tegang menanti akhir kompetisi. Sebab, timnya di ambang pintu juara dan membuat rekor juara 19 kali, atau terbanyak dibanding klub lain. Selain itu, jika kembali juara, itu akan menjadi gelar keempat secara berturut-turut.

Meski sudah 36 tahun menjadi manajer, Fergie tak menyangkal kadang ada perasaan grogi dalam menghadapi tensi kompetisi yang makin tinggi. "Itulah pertandingan sepak bola yang membuat kita menjadi tegang. Itu aspek emosionalnya," kata Fergie.

"Bagi para manajer, kuncinya adalah kemenangan, kalah, atau seri. Anda harus berusaha selalu memenangkan pertandingan dan tak boleh kalah terlalu banyak. Jika itu yang terjadi, maka Anda akan kehilangan pekerjaan," terangnya.

"Tak ada seorang pun yang langsung bertanggung jawab terhadap hasil pertandingan kecuali manajer," tambahnya.

MU masih memimpin klasemen sementara dengan nilai 69. Mereka hanya unggul 1 poin dari Chelsea dan 2 poin dari Arsenal. Sementara kompetisi hanya tinggal 7 pertandingan. MU harus memenangkan semuanya jika ingin kembali juara. Sabtu (27/3/2010), MU akan bertandang ke kandang Bolton Wanderers. Ini akan menjadi pertarungan penting pertama dari sisa pertandingan.

"Kami harus memenangkan tujuh pertandingan sisa jika ingin juara. Jika kami mengalahkan Bolton, maka harus siap menang di pertandingan berikutnya dan berikutnya," tegasnya

Minggu, 21 Maret 2010

Park Ji Sung Antar MU ke Puncak, Liverpool Tersendat

Manchester United berhasil memenuhi ambisi mereka untuk mematahkan Liverpool. Dalam duel lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, MU menang 2-1 berkat gol penentu dari Park Ji Sung sekaligus mengembalikan posisi mereka ke puncak klasemen sementara.

Ini merupakan kemenangan pertama "Setan Merah" dalam empat laga terakhir lawan "The Reds". Dalam tiga laga sebelumnya, Gary Neville dan kawan-kawan selalu kalah di tangan "The Anfield Gank".

Liverpool tampak seperti akan menang lagi setelah Fernando Torres mencetak gol cepat. Memanfaatkan crossing Dirk Kuyt, striker Spanyol itu menanduk bola dan membuat Liverpool unggul di menit keenam.

Tim tamu terus memaksakan tempo cepat, namun MU perlahan-lahan menunjukkan determinasinya. Upaya MU membuahkan hasil setelah wasit memberi hadiah penalti atas pelanggaran Javier Mascherano. Tendangan penalti Wayne Rooney sempat ditepis kiper Pepe Reina, tapi Rooney langsung menyambar bola mental. Skor menjadi seri 1-1 sejak menit ke-12.

Kedudukan imbang membuat permainan semakin menarik. Serangan bertubi-tubi dari kedua kubu terus mengalir, namun tak satu pun dapat menambah gol hingga jeda.

Liverpool kehilangan penguasaan bola di paruh kedua. Ini dimanfaatkan oleh MU untuk mendesak pertahanan tim tamu dan membuahkan gol di menit ke-60. Dari sayap kanan, Darren Fletcher mengirim umpan terukur kepada Park Ji Sung di kotak penalti. Sekali sundul, bola bersarang di gawang Reina.

Setelah itu, permainan cenderung keras. Pelatih Liverpool, Rafael Benitez, melakukan penyegaran pemain dengan memasukkan Alberto Aquilani dan Ryan Babel. Untuk sesaat, serangan "The Reds" meningkat, tapi tak mampu meredam dominasi tuan rumah.

Peluang terbaik Liverpool diperoleh Yossi Benayoun di menit ke-89. Kali ini kembali gagal karena tandukannya terlalu pelan dan mudah ditangkap kiper Edwin van der Sar.

Berkat hasil ini, MU kembali memimpin klasemen Liga Inggris dengan nilai 69 atau dua angka di atas Arsenal yang sehari sebelumnya merebut takhta. Sebaliknya, Liverpool masih terjebak di posisi kelima dengan 51 poin. Posisi mereka bisa diambil Manchester City, yang akan bermain lawan Fulham.

Minggu, 14 Februari 2010

Drogba Ingin Menggeser Rooney

Kompetisi di Liga Inggris semakin panas. Tidak hanya persaingan klub, tetapi juga para bintang. Striker Chelsea, Didier Drogba, kini mengancam striker Manchester United, Wayne Rooney. Dia siap melengserkan Rooney dari posisi teratas pencetak gol Premier League.Kedua striker ini memang bersaing ketat dalam mengumpulkan gol. Mereka seolah berpacu mengejar posisi top skorer musim 2009-10.
Rooney masih berada di posisi teratas daftar pencetak gol dengan koleksi 21 gol. Drogba menguntit di belakangnya dengan 17 gol. Meski tertinggal empat angka, Drogba yakin bisa mengejarnya. Apalagi, kompetisi masih panjang.
"Persaingan dengan Rooney dalam mencetak gol sangat menarik. Drogba Ingin Menggeser Rooney dari posisi teratas," tekad Drogba.
Drogba mengakui kemampuan Rooney memang luar biasa. Meski begitu, dia tak gentar untuk bersaing dengannya.
"Rooney striker kuat dan besar. Permainannya berada di level tertinggi. Masih banyak pertandingan yang berlangsung dan aku bertekad mencetak gol lebih banyak darinya," tegasnya.

Rooney Dituntut Rp 62,3 Miliar

Striker Manchester United (MU), Wayne Rooney, dituntut lembaga olahraga Proactive sebesar 4,9 euro (sekitar Rp 62,3 miliar).Tuntutan itu diajukan ke pengadilan karena Proactive merasa ikut berperan dalam kegiatan yang menghasilkan uang buat Rooney. Namun, Rooney menolaknya, karena dia merasa tak pernah mendapat bantuan apa pun dari lembaga tersebut.
Sejak lama, Rooney memang diageni Paul Stretford. Dia sebelumnya memang bergabung dengan Proactive, tetapi keluar pada Oktober 2008. Proactive mengklaim berhak atas komisi dari penghasilan Rooney dan istrinya Colleen yang dibantu Stretford.
Dalam sidang di pengadilan, Jumat (12/2/2010), Rooney mengaku tak pernah berhubungan dengan Proactive. Dia hanya berhubungan dengan Stretford.
"Saya meminta Stretford untuk mengurus kami. Saya kira Proactive tak ikut berperan dalam urusan kami. Tak ada satu pun orang dari Proactive yang mengatakan kepadaku bahwa mereka bisa memberi bantuan," kata Rooney.
Rooney menghargai Stretford karena telah bekerja keras untuk membantunya menjadi kaya.
Pengacara Proactive, Ian Mill, sempat meminta Rooney membeberkan penghasilannya dari Manchester United dan dari sponsor atau bisnis pribadi. Namun, Rooney menolaknya karena itu bukan konsumsi publik.
Rooney hanya mengeluarkan selembar kertas dari jaketnya dan diberikan kepada Mill. Pengacara Proactive itu kemudian memberikan kertas kepada hakim Brendan Hegarty.
"Anda melakukan kontrak dengan lima sponsor. Atas dasar apa kontrak itu?" tanya Mill.
Rooney pun menjawab, "Ini berdasarkan apa yang dikatakan manajer saya." Sebelumnya memang dikatakan, Manajer MU Alex Ferguson mengatakan kepada Rooney hanya boleh mengikat kontrak dengan lima sponsor.

Sabtu, 13 Februari 2010

Chelsea Harus Melupakan Gelar Juara

Penyerang Everton, Louis Saha, mengeluarkan kalimat pedas kepada Chelsea. Menurutnya, "The Blues" harus segera melupakan gelar, karena sulit menghentikan dominasi Manchester United dalam perebuatan gelar Premier League musim ini. Chelsea, katanya, tak sekuat MU.
Pada pekan ini, "The Blues" membuang peluang memperpanjang jarak dari Manchester United. Pasukan Carlo Ancelotti dipaksa menyerah 1-2 oleh Everton dalam lanjutan Premier League, Rabu (10/2/2010). Akibat kekalahan ini, Chelsea hanya unggul satu poin dari "Setan Merah".
Kekalahan yang dialami Chelsea itu tak terlepas dari penampilan memukau Saha. Ia mencetak sepasang gol sekaligus membawa timnya menang. Saha menilai Chelsea bukanlah tim sekuat MU. Menurutnya, MU memiliki materi yang jauh lebih kuat dibandingakan Chelsea. 
"Jika Anda bertanya kepadaku siapa yang menjadi juara, aku lebih suka mengatakan Everton. Namun, hal itu tak mungkin terjadi. Aku lebih suka melihat MU menjadi juara lagi. Aku pikir persaingan di antara keduanya akan berlangsung ketat. Chelsea sangat kuat tetapi MU lebih baik. Secara personal, aku lebih suka jika MU menjadi juara," ujar penyerang asal Perancis itu.
Saha memang memiliki kesan yang mendalam dengan "Setan Merah". Sebelum hijrah ke Everton 2008 silam, ia menghabiskan kariernya selama empat musim di Old Trafford. Selama masa baktinya, ia berhasil membawa MU juara Liga Champions pada 2007-08 dan Premier League pada 2006-07 dan 2007-08.

Rabu, 10 Februari 2010

Wenger Kecam Media Inggris

Liga Inggris memang liga terpanas sejak dulu hingga kini, tidak hanya karena penampilan pemain-pemainnya yang bagus namun dari seluruhnya liga inggris sangat di sayangkan bila kita ketinggalan berita-berita terbaru yang datang dari liga inggris. saya punya berita terbaru dari liga inggris yaitu agak memanasnya antara Arsenal dengan Chelsea, yang katanya gara-gara ulah pers sehingga terjadi saling tuding.
Arsene Wenger sedang ngambek dengan media Inggris. Pelatih Arsenal mengklaim, pers Inggris telah memperlakukannya tidak adil karena memutarbalikkan kata-katanya yang mengklaim Chelsea bermain licik kala menumbangkan anak-anak asuhnya 2-0, akhir pekan lalu.
Ya, pelatih Prancis dikutip menyebut The Blues menjalankan siasat licik dan hanya mengandalkan serangan balik saat menjamu Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (7/2/2010). Kata-kata ini langsung mendapat reaksi keras dari gelandang Michael Ballack yang menuduh Wenger hanya mencari alasan atas kekalahan timnya.
Namun, Wenger sendiri rupanya juga merasa 'dicurangi'. Pelatih yang sudah menangani Arsenal sejak 1996 meyakini, media Inggris lagi-lagi telah sengaja membalikkan komentarnya demi kepentingan pribadi.
"Saya hanya ingin mengatakan, bahwa saya melontarkan pujian dan kekaguman atas Chelsea setelah pertandingan itu. Bagi saya, pers telah bertindak tidak adil dengan mengambil satu kata dari pernyataan saya di konferensi pers dan membalikkannya setiap saat," cetus Wenger seperti disitat Goal, Rabu (10/2/2010).
"Anda melakukannya usai laga kontra Aston Villa, Anda melakukan itu di Chelsea, dan setiap saya memberikan pandangan positif terhadap lawan usai laga,” lanjutnya sinis.
"Jangan khawatir, jika Anda mau, saya bisa tidak mengatakan apapun di konferensi pers. Saya sudah cukup lama berada di Inggris untuk mengetahui bahwa tim yang menang bisa mengatakan apa yang mereka mau," imbuh pelatih 60 tahun.
"Sudah menjadi tugas saya untuk mengambil jarak dan menganalisa pertandingan dengan kepala dingin dan menganalisa apa yang benar dan salah," tandas Wenger.

Minggu, 31 Januari 2010

Liverpool masih punya harapan

Daniel Agger inginkan The Reds mengakhiri musim di empat besar. Meski diakui timnya berprestasi buruk namun pemain asal Denmark itu akan berusaha keras untuk merealisasikan keinginannya.
Pemain bertahan Liverpool, Daniel Agger mengakui The Reds sedang mengalami musim yang sulit di Premier League.

“Liverpool mendapat tantangan yang sangat berat tahun ini,” kata Agger kepada LFC Weekly.

Setelah berhasil menang 2-0 dari Tottenham pertengahan minggu lalu, Liverpool tersandung lagi Selasa malam lalu dengan hanya bermain imbang 0-0 dengan Wolves.

“Ada banyak tim yang bersaing lebih dari biasanya. Kami butuh kerja keras jika ingin masuk empat besar di akhir musim, karena itulah target kami,” harap pemain berusia 25 tahun itu.

Harapan Agger masih dapat terwujud dengan syarat The Reds tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang tersisa di musim ini.
Liverpool belum pernah kalah di lima pertandingan terakhirnya, tetapi hasil itu justru mengancam posisi Rafael Benitez sebagai pelatih karena tergusur dari tahta The Big Four dan hanya berkutat di papan tengah klasemen sementara Liga Inggris.

source: http://www.bolanews.com

Followers

  © Design Templates 'sports' by fathony cah ponorogo 2010

Back to TOP