Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Juli 2010

Ribuan Fans Sambut Casillas Cs

Puluhan ribu fans Spanyol memadati jalan jalan utama di kota Madrid. Mereka bersorak guna menyambut tim Spanyol yang berhasil menjadi juara baru setelah mengalahkan Belanda di final.

Setelah tiba di bandara Barajas, Madrid, Iker Casilas dan kawan kawan telah disambut oleh ratusan pekerja bandara dengan bendera dan juga yel yel Champions. Mereka pun langsung disambut oleh raja Spanyol Juan Carlos di kediamannya.

"Anda merupakan contoh bagi generasi baru atas usaha kalian dan uga semangat yang kalian tunjukkan. Kalian telah mewujudkan impian terbaik kami menjadi kenyataan," ungkap Raja Juan Carlos di Istananya seperti dilansir Reuters.

Setelah dijamu oleh Raja Carlos, skuad besutan Vicente del Bosque ini pun bertemu dengan Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero. Setelah itu Casillas cs menemui fansnya yang telah memandati jalan jalan utama di ibuk kota Spanyol itu.

Para pemain La Furia Roja memakai tishirt merah bertuliskan 'Juara Dunia'. Mereka di arak dengan memakai mobil bus tanpa atap dan menyapa puluhan ribu fansnya yang terus menerus meneriakan yel yel Champions.

Mereka juga memanggil nama Casillas dan "Villa, Villa, Maravilla", Marvellous Villa buat sang top skorer Spanyol David Villa. Bus pun menuju ruang terbuka di dekat Sungai Manzanares di kota Madrid dimana mereka akan berpesta hingga malam.

Senin, 12 Juli 2010

Spanyol Lahir Sebagai Juara Dunia Baru

Juara dunia baru telah hadir di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, ya Spanyol akhirnya untuk kali pertama berhasil mencium trofi Piala Dunia setelah di babak final berhasil menundukkan Belanda dengan skor 1-0. Hasil ini sesuai dengan prediksi bolagoalnet, baca: Juara Piala Dunia 2010.

Bertanding di Soccer City Stadium, Senin 12 Juli 2010, Spanyol langsung mengambil inisiatif menyerang. La Furia Roja langsung membuka peluang saat pertandingan baru berjalan lima menit.

Berawal dari tendangan bebas Xavi Hernandez, bek Sergio Ramos berhasil melepaskan tandukan keras. Sayangnya usaha Ramos masih dapat dimentahkan kiper Maarten Stekelenburg.

Spanyol kembali menebar ancaman di menit 11. Memanfaatkan bola panjang dari lini pertahanan, David Villa berhasil menguasai bola sebelum melepaskan tembakan menyusur tanah. Sayangnya usaha ini juga masih berbuah kegagalan.

Di menit ke-17, sebuah tekanan datang dari Belanda lewat tendangan bebas Wesley Sneijder namun Casillas dapat menangkap bola dengan baik. Pertandingan ini berlangsung cukup keras hingga menit ke-29 sudah lima kartu kuning keluar.

Memasuki lima menit terakhir, pertandingan berjalan semakin cepat dan ketat. Kedua kubu sama-sama mulai lebih terbuka. Aksi saling serang pun terjadi. Namun, skor 0-0 tak berubah sampai peluit turun minum berbunyi.

Memasuki babak kedua, kembali Spanyol mengambil inisiatif menyerang. Menit ke 54 Spanyol mendapat hadiah tendangan bebas akibat pelanggaran terhadapa Sergio Ramos beberapa meter diluar kotak pinalti Belanda. Xavi yang menjadi eksekutor nyaris membobol gawang lawan setelah bola hasil sepakannya melambung tipis di atas gawang.

Sebuah serangan balik Belanda pada menit 61 nyaris menjebol gawang Spanyol, berawal dari umpan Sneijder, Robben yang berhasil lolos dari jebakan offsides berhasil melaju sendiri sambil membawa bola ke arah gawang Spanyol, namun bola sontekannya masih dapat dibaca dengan baik oleh Iker Casillas, sehingga kedudukan masih tetap 0-0.

Spanyol baru bisa membalas ancaman itu pada menit ke-68 melalui David Villa. Memanfaatkan bola yang lepas dari kontrol John Heitinga, ia melepaskan tembakan dari depan mulut gawang, yang sayangnya masih bisa diblok oleh Heitinga.

Belanda belum menciptakan ancaman ketika pada menit ke-77, Sergio Ramos berhasil menanduk bola sepak pojok Xavi dari tengah kotak penalti, tetapi bola meluncur ke atas mistar gawang.

Hingga 10 menit menjelang akhir babak kedua, kedua tim masih belum mampu mengubah skor, ketatnya pertahanan Belanda membuat Tim Matador tidak mampu mengoyak jala Stekelenburg, begitu pula dengan Belanda yang cenderung lebih banyak bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik.

Kembali sebuah serangan balik Belanda kembali mengancam gawang Spanyol saat Robben menggiring bola hingga ke area kotak pinalti Spanyol pada menit 82. Namun karena kecemerlangan Casillas dalam membaca pergerakan Robben, akhirnya usaha Robben tersebut sia-sia.

Hingga akhir babak kedua, kedudukan masih tetap imbang 0-0, dan pertandingan dilanjutkan ke babak ekstra time. Selama 90 menit, Spanyol menguasai bola sebanyak 57 persen dan melepaskan tiga tembakan akurat dari 12 usaha. Bandingkan dengan Belanda, yang menciptakan lima peluang emas dari sembilan percobaan.

Menit 108 babak ekstra time, John Heitinga mendapat kartu merah setelah dia melakukan pelanggaran terhadap Iniesta, dengan keluarnya Heitinga mengakibatkan pertahanan Belanda sedikit terbuka. Pergerakan Iniesta di daerah pertahanan Belanda kerap merepotkan pertahanan The Oranje, sehingga Iniesta harus dijatuhkan terlebih dahulu untuk menahan lajunya.

Spanyol tidak menyia-nyiakan keunggulan jumlah pemain, Spanyol akhirnya mampu mencetak gol pada menit 116 melalui Andres Iniesta. Gol berawal dari umpancantik Cesc Fabregas ke pada Iniesta yang sama sekali tidak mendapat kawalan oleh pemain belakang Belanda, tanpa ampun bola akhirnya ditendang ke arah sudut kanan gawang Stekelenburg, dan gol.

Man of the Match pertandingan Belanda vs Spanyol: Andres Iniesta (Spanyol)

Minggu, 11 Juli 2010

Tekuk Uruguay, Jerman Duduki Tempat Ketiga

Jerman memposisikan diri sebagai tim terbaik ketiga di Piala Dunia 2010 setelah memenangi duel melawan Uruguay dengan skor 3-2 di Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth, Minggu (11/7) dinihari WIB.

Hasil yang dipetik Jerman itu sama persis dengan sukses yang mereka catat di Piala Dunia 2006, saat mereka menjadi tuan rumah. Kemenangan itu juga menjadi pembuktian kebenaran terhadap ramalan Paul si Gurita beberapa waktu lalu.

Sementara Uruguay harus puas dengan hasil sebagai tim terbaik keempat di turnamen ini. Meski begitu, mereka patut berbangga dengan hasil ini mengingat Uruguay ambil bagian di turnamen ini bukan sebagai tim unggulan.

Jalannya Pertandingan

Jerman yang turun dengan sejumlah pemain cadangan mendapat tekanan dari Diego Forlan di menit-menit awal. Tendangan bebasnya di menit ketiga sempat mengancam, meski hanya melebar dari gawang Hans-Joerg Butt.


Di menit sembilan, Arne Friedrich nyaris membuat Jerman memimpin jika saja bola sundulannya tidak mengenai mistar gawang. Bola rebound sontekan Thomas Muller juga berhasil dihalau barisan belakang Uruguay.

Jerman akhirnya bisa unggul ketika bola sepakan jarak jauh Bastian Schweinsteiger hanya mampu diblok Fernando Muslera, dan bola rebound sukses dilesakkan ke jala Uruguay lewat sontekan Muller. 1-0 untuk Jerman di mana pertandingan baru memasuki menit ke-18.

Namun keunggulan Jerman tak bertahan lama. Sembilan menit berselang, lewat serangan balik cepat, Luis Suarez menyodorkan bola kepada Edinson Cavani untuk kemudian dimasukkannya ke gawang Jerman tanpa mampu dihentikan Jorg Butt dan Per Mertesacker.

Di menit 41, Uruguay nyaris membalikkan keunggulan. Luis Suarez yang memiliki kesempatan untuk mencetak gol, namun gagal dimaksimalkannya karena bola hasil tendangannya dari dalam kotak penalti melebar dari gawang Jerman.

Memasuki paruh kedua, pertandingan yang dilangsungkan di bawah guyuran hujan itu makin memanas. Kedua tim terus menunjukkan permainan menyerang. Butt pun dipaksa melakukan dua penyelamatan penting dengan menghalau tendangan Cavani dan Suarez.

Baru di menit 50 Butt terpaksa mengambil bola dari gawangnya. Pasalnya, tendangan voli Diego Forlan, menyambut umpan silang Arevalo, menghujam deras ke gawangnya.

Jerman langsung bereaksi. Hasilnya, gol balasan tercipta di menit 55 lewat sundulan Marcell Jansen yang menyambut umpan silang Jerome Boateng.

Jerman yang mencari kemenangan di waktu normal terus memberi tekanan. Namun Uruguay berhasil merapatkan barisan untuk mementahkan tekanan lawan. Uruguay sendiri mengandalkan serangan balik dan nyaris kembali unggul lewat tendangan jarak jauh Luis Suarez yang berhasil diblok Butt.

Jerman akhirnya kembali memimpin ketika pertandingan memasuki sepuluh menit terakhir waktu normal. Adalah Sami Khedira yang membawa Jerman unggul 3-2 dengan sundulannya, memaksimalkan kemelut di depan gawang Muslera.

Memasuki masa injury time, Stefan Kiessling gagal memaksimalkan kesempatan matang yang didapatnya setelah sontekan kaki kiri menyambut umpan mendatar Mesut Ozil terbang jauh di atas mistar. Padahal dia berada sendirian di kotak penalti Uruguay.

Uruguay mendapat kesempatan terakhir lewat tendangan bebas di akhir masa injury time. Namun tendangan Forlan hanya mengenai mistar gawang. Uruguay pun harus puas menjadi tim terbaik keempat, kalah dari Jerman untuk perebutan tempat ketiga di Piala Dunia 2010.

Sabtu, 10 Juli 2010

Jadwal Final Piala Dunia 2010: Belanda vs Spanyol

Jadwal Final Piala Dunia 2010 mempertemukan dua wakil dari benua Eropa, yaitu Belanda versus Spanyol. Belanda melaju ke final setelah menekuk Uruguay 3-2. Sedangkan Spanyol menapakkan langkah ke Final Piala Dunia Afrika Selatan 2010 setelah menghentikan kegemilangan Jerman dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Charles Puyol.

Setelah kekalahan dari Spanyol maka Jerman hanya akan memperebutkan tempat ketiga dengan menjamu wakil dari Amerika Latin, Uruguay. Perebutan tempat ketiga akan dilaksanakan di Stadion Nelson Mandela Bay (Port Elizabeth) pada hari Minggu (11/7), Pukul 01:30 WIB.

Jadwal Final Piala Dunia 2010
Belanda vs Spanyol
Senin (12/7), Pukul 01:30 WIB
Stadion Soccer City (Johannesburg)

Jumat, 09 Juli 2010

Paul Pilih Spanyol

Paul si Gurita akhirnya "bersedia" menebak pertandingan final Piala Dunia 2010. Dalam waktu cepat ia memilih Spanyol sebagai tim yang akan menjadi juara, mengalahkan Belanda.

Paul menjadi primadona Piala Dunia belakangan ini setelah semua tebakannya untuk pertandingan Jerman benar, termasuk ketika memprediksi Der Panzer bakal ditumbangkan Spanyol di semifinal.

Walaupun sempat dikabarkan tidak akan memilih pertandingan final, karena memang tidak melibatkan Jerman, Paul akhirnya "diminta" membuat pilihan: Spanyol atau Belanda.

Pada proses "ramalan" yang disiarkan oleh stasiun televisi Jerman dari akuarium di Sea Life kota Oberhausen, mahluk laut bertentakel delapan itu dengan mantap memilih "Matador".

"Sangat cepat. Tampak jelas bahwa kemenangan adalah untuk Spanyol," ungkap juru bicara "rumah" Paul.

Mau tahu berapa cepat Paul memilih Spanyol? Sekitar tiga menit! Padahal untuk beberapa pertandingan ia memerlukan waktu "berpikir" sampai 70 menit!

Selain Spanyol, Paul juga memprediksi pemenang pertandingan peringkat ketiga. Untuk partai Jerman versus Uruguay, ia memilih "sang majikan", Jerman.

Yang perlu dicatat, dua tahun lalu Paul memilih Jerman mengalahkan Spanyol di final Piala Eropa, dan prediksinya itu salah. Kali ini?

Kamis, 08 Juli 2010

Tandukan Puyol Antarkan Tim Matador ke Final.

Dunia Sports - Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2010 usai mengalahkan Jerman 1-0. Gol kemenangan tim Matador diciptakan oleh bek Carles Puyol( tandukan Puyol).

Laga Spanyol kontra Jerman dipentaskan di Durban, Kamis (8/7/2010) dinihari WIB. Di babak pertama yang didominasi La Furia Roja, kedua tim bermain imbang 0-0.

Gol kemenangan Spanyol hadir di pertengahan babak kedua. Melalui situasi sepak pojok, Carles Puyol berhasil menanduk bola dan merobek gawang Jerman.

Di final yang digelar 11 Juli mendatang, Spanyol menghadapi Belanda. Kedua finalis sama-sama belum pernah menjadi juara dunia.

Jalannya Pertandingan

Laga Jerman kontra Spanyol digelar di Durban, Kamis (8/7/2010) dinihari WIB.

Pelatih Spanyol Vicente del Bosque mencadangkan striker Fernando Torres. Sebagai gantinya pemain muda Pedro Rodriguez tampil sebagai starter.

Tiga menit setelah peluit tanda dimulainya pertandingan, laga sempat terganggu dengan masuknya streaker. Aparat dengan sigap mengamankan si penyusup.

David Villa! Memasuki menit kelima, umpan terobosan Pedro mengarah ke Villa yang ada di kotak penalti. Sambil menjatuhkan diri, bomber Spanyol itu melepas tembakan yang masih bisa ditangkal Manuel Neuer.

Menit ke-13, umpan silang Andres Iniesta menuju ke arah kotak penalti. Di sana Carles Puyol menyambut bola namun tandukannya masih melambung di atas gawang Jerman.

Lima menit berselang, giliran Sergio Ramos yang memiliki kans. Menerima umpan dari sisi sebelah kiri, Ramos yang menusuk dari sayap kanan selanjutnya melepas tembakan. Namun Jabulani masih melenceng dari sasaran.

Kerjasama Lukas Podolski-Miroslav Klose di menit ke-22 menghadirkan ancaman bagi Spanyol. Bola silang Podolski diarahkan ke Klose di kotak penalti. Namun barisan belakang La Furia Roja dengan sigap mengamankan situasi.

Percobaan kembali dilakukan Spanyol di menit ke-29. Tendangan dari luar kotak penalti dilepas Xabi Alonso. Bola masih melenceng dari sasaran.

Piotr Trochowski! Melalui sebuah serangan balik di menit ke-31, pemain tengah Jerman ini melepas tembakan dari luar kotak penalti yang memaksa Casillas berjibaku menyelamatkan gawangnya.

Peluang terakhir di babak pertama diciptakan Pedro di masa injury time. Tendangan kerasnya masih tepat di tangkapan Manuel Neuer.

Di interval lima menit awal babak kedua, Spanyol menghadirkan ancaman lewat Xabi Alonso. Namun dua kali sepakan jarak jauh yang dilepas pemain Real Madrid itu seluruhnya melenceng dari sasaran.

Memasuki menit ke-54, bola sodoran Xavi kepada David Villa disambut oleh tendangan datar eks bomber Valencia itu yang mengarahkan si kulit bundar ke teiang sebelah kiri gawang Jerman. Namun bola masih melenceng dari sasaran.

Setelahnya tim Matador terus membormbardir pertahanan Jerman. Tembakan Pedro masih bisa digagalkan Neuer.

Peluang berikutnya hadir saat Iniesta berhasil menerobos kotak penalti lawan dan melepas umpan ke tengah. Bola gagal dikonversi menjadi gol oleh David Villa yang berdiri relatif bebas di mulut gawang Jerman.

Pedro kembali menghadirkan ancaman. Kali ini sepakan pemain muda Spanyol itu masih menyamping dari sasaran.

Jerman berhasil mencuri peluang di menit ke-68. Umpan silang Podolski disambut oleh eksekusi yang dilancarkan pemain pengganti Toni Kroos. Aksi Casillas menggagalkan kans yang didapat tim Panser.

Kebuntuan dalam laga ini pecah di menit ke-73. Berawal dari sepak pojok Xavi, Carles Puyol yang berlari dari luar kotak penalti dan tak mendapat pengawalan, berhasil tandukan bola puyol tak mampu dihadang oleh Manuel Neuer.

Setelah kebobolan, Jerman lebih meningkatkan serangan. Namun usaha pasukan Joachim Loew masih belum membuahkan hasil.

Peluang Spanyol menggandakan skor kandas. Menit ke-81, Pedro berhasil lolos dan menembus pertahanan Jerman. Mendapat pengawalan dari Arne Friedrich, Pedro memilih untuk menggocek bola. Padahal ada Fernando Torres yang berdiri bebas. Bola pun berhasil direbut oleh Toni Kroos yang membantu pertahanan.
Akhirnya Tandukan Puyol Antarkan Tim Matador ke Final.

Rabu, 07 Juli 2010

Bekap Uruguay, Belanda Dapat Satu Tiket Final

Belanda mengakhiri penantian mereka untuk menembus partai puncak di Piala Dunia. Tiket final berhasil mereka genggam setelah membekap Uruguay di babak empat besar.

Dalam laga yang digelar di Green Point Stadium, Rabu (7/7/2010) dinihari WIB tersebut, De Oranje menang 3-2.

Kedua tim bermain imbang 1-1 di babak pertama. Belanda unggul dahulu melalui Giovanni van Bronckhorst dan dibalas oleh Diego Forlan. Di babak kedua, wakil Eropa berhasil menambah angka lewat Wesley Sneijder dan Arjen Robben. Sedangkan wakil Amerika Selatan hanya mencetak satu gol lewat Maximiliano Pereira.

Kesuksesan ini menyusul prestasi Belanda sebelumnya yang berhasil menembus partai puncak Piala Dunia 1974 dan 1978.

Di final, Sneijder dkk. akan menghadapi pemenang laga Jerman vs Spanyol yang digelar Kamis (8/7/2010) dinihari WIB.

Jalannya Pertandingan

Kedua tim melakukan tiga hingga empat perubahan dalam starting line up mereka.

Peluang pertama menjadi milik Belanda. Memasuki menit ketiga, berawal dari umpan silang Wesley Sneijder, bola yang ditinju kiper Fernando Muslera mengarah ke Dirk Kuyt. Pemain Liverpool itu selanjutnya melepas tembakan tapi bola masih melintas di atas gawang Uruguay.

Tiga menit berselang, Alvaro Pereira melepas tendangan spekulasi dari hampir separuh lapangan yang masih melayang jauh di atas gawang Maarten Stekelenburg.

Sneijder! Memasuki menit kesebelas, pemain Inter Milan ini melepas tembakan dari luar kotak penalti. Namun bola membentur rekannya sendiri Robin Van Persie.

Gol! Belanda memimpin ketika laga memasuki menit ke-17 saat tendangan keras jarak jauh Giovanni Van Bronckhorst menjebol gawang Uruguay. Berdiri di sebelah kanan pertahanan Uruguay, pemain bernomor punggung lima itu melepas tembakan dengan kaki kiri ke arah tiang jauh. Fernando Muslera gagal menjangaku bola dan Jabulani bersarang ke gawang Uruguay. 1-0 Belanda unggul.

Sempat terjadi kegaduhan kecil antara pemain kedua tim, ketika laga memasuki menit ke-26, saat Uruguay melakukan serangan ke gawang Belanda. Muka pemain Belanda Demy De Zeeuw terkena tendangan salto Martin Caceres.

Robben! Setengah jam usia laga, pemain berjuluk Manusia Kaca itu memiliki kans menambah skor bagi Belanda. Menerima umpan dari Van Persie, Robben gagal memaksimalkan kesempatan yang ada karena ditempel ketat oleh Caceres.

Selanjutnya Uruguay mencoba menyerang lewat Edinson Cavani dan Diego Forlan. Namun upaya mereka bisa dikandaskan barisan bertahan Belanda.

Menit ke-35 pemain Alvaro Pereira melepas tembakan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditangkap oleh Stakelenburg.

Usaha wakil Amerika Selatan berbuah hasil menit ke-40. Tendangan keras Diego Forlan dari luar kotak penalti berhasil menjebol gawang Belanda. Setelah mengecoh penjagaan satu pemain Belanda, pemain Atletico Madrid itu selanjutnya melepaskan eksekusi. Bola sempat mengenai tangan Stakelenburg, namun tetap bergulir masuk gawang.

Lima menit selepas restart, kesalahan barisan belakang Belanda hampir membuat mereka kebobolan. Stakelenburg yang meninggalkan kotak penalti untuk menyambut backpass, kalah cepat dari Edinson Cavani. Pemain La Celeste itu selanjutnya melepas bola lob yang masih bisa dihalau oleh Van Bronckhorst dan berbuah sepak pojok bagi Uruguay.

Dalam interval 15 menit selanjutnya, kedua tim saling melancarkan tekanan. Namun masih belum ada tembakan-tembakan berbahaya yang memaksa Stakelenubrg atau Muslera bekerja keras.

Forlan! Tendangan bebas eks Manchester United itu di menit ke-66 masih bisa ditangkal oleh Stakelenburg.

Dua menit setelahnya giliran Muslera yang beraksi menggagalkan peluang wakil Eropa. Bola sodoran Van Persie diterima Van der Vart yang tidak mendapatkan pengawalan berarti. Nama terakhir melepaskan tembakan yang masih bisa ditepis Muslera. Bola rebound diterima Robben namun sepakan pemain Bayern Muenchen itu masih gagal menembus sasaran.

Sneijder memecahkan kebuntuan Belanda di menit ke-70. Operan dari Van der Vaart diteruskan kepada Van Persie, dan kemudian diteruskan lagi kepada Sneijder di dalam kotak penalti. Sepakan langsung dilepaskan pemain Inter Milan itu sempat membentur bek Uruguay, dan akhirnya masuk ke arah tiang jauh!

Skor 2-1 bagi Belanda tak bertahan lama. Tiga menit berselang, tandukan Robben yang menerima umpan silang dari sayap kiri yang dilepas Dirk Kuyt kembali merobek gawang wakil Amerika Selatan. Negeri Kincir Angin pun semakin jauh unggul dengan skor 3-1.

Meski sudah memiliki keunggulan dua gol, Belanda tetap melancarkan serbuan terhadap asuhan Oscar Washington Tabarez. Sebaliknya Uruguay mengalami kesulitan untuk keluar dari tekanan anak buah Bert Van Marwijk.

Lima menit menuju bubaran, Robben berhasil lolos dari penjagaan pemain belakang lawan. Namun eksekusi pemain yang pernah bersreagam Chelsea dan Real Madrid ini masih bisa ditangkal oleh Muslera.

Uruguay berhasil mencetak gol di masa injury time lewat tendangan Maximiliano Pereira yang memanfaatkan umpan bola tendangan bebas datar yang dilepas Walter Gargano.

Selasa, 06 Juli 2010

Jadwal Pertandingan Semi-Final Piala Dunia

Inilah jadwal pertandingan semi-final Piala Dunia 2010 di televisi. Jadwal TV tercantum dalam Waktu Indonesia Barat (WIB).

Semi-Final
Z1: Belanda vs. Uruguay
07/07/10 01:30 RCTI
Z2: Jerman vs. Spanyol
08/07/10 01:30 RCTI

Minggu, 04 Juli 2010

Villa Dekati Rekor Spanyol

David Villa selangkah mendekati rekor Spanyol dengan golnya dalam kemenangan tim juara Eropa itu 1-0 atas Paraguay di Ellis Park, Sabtu (3/7) dan mencapai semifinal Piala Dunia.

Villa menjadi pencetak gol terbanyak turnamen sejauh ini dengan gol kelimanya tujuh menit sebelum pertandingan berakhir. Spanyol kini akan bertemu Jerman di semifinal yang akan digelar di Durban pada Rabu (7/7).

Gol tersebut merupakan gol Villa yang ke-43 dalam 63 penampilan internasionalnya dan menempatkannya hanya satu gol di bawah 44 gol yang dibukukan Raul dalam 102 pertandingan sebagai pencetak gol terbanyak Spanyol sepanjang masa. "Terakhir menjadi pencetak gol terbanyak setidaknya menjadi perhatian saya," kata Villa yang baru dikontrak oleh klub Barcelona itu.

"Yang penting adalah kami bisa maju ke final, apakah melalui saya yang mencetak gol atau pemain lain." "Saya senang mencetak gol tapi lebih senang jika tim yang menang," katanya.

Villa, 28, sudah menjadi pencetak gol terbanyak Spanyol dalam sejarah Piala Dunia dengan delapan gol, mengungguli beberapa pemain hebat Spanyol Emilio Butragueno, Fernando Hierro, Fernando Morientes, dan Raul, yang semuanya menjalakan lima gol.

Villa menjadi salah satu bintang Piala Dunia dengan mencetak dua gol dalam kemenangan Spanyol 2-0 atas Honduras, gol pertama dalam kemenangan 2-1 atas Chili, dan gol tunggal kemenangan atas Portugal di 16 besar sebelum gol terbaru dua ke Paraguay.

Sabtu, 03 Juli 2010

Maradona Menangis, Jerman Bantai Argentina 4-0

Dunia Sports - Jerman melangkah mantap ke babak semifinal usai membabat Argentina 4-0. Dua gol wakil Eropa dikemas oleh Miroslav Klose yang mencatat penampilan ke-100 dalam laga ini.

Dwi gol yang dikemas Klose membawa pemain bernomor punggung 11 itu kini tinggal terpaut satu gol dari top skorer Piala Dunia, Ronaldo Luiz (15 gol).

Selain gol Klose, dua gol Jerman lainnya dikemas oleh Thomas Mueller dan Arne Friedrich.

Gol-gol Jerman yang bersarang ke gawang Sergio Romero terjadi akibat rapuhnya barisan belakang Tim Tango.

Di semifinal Der Panzer menunggu pemenang antara Paraguay kontra Spanyol yang akan berduel pada Minggu (4/7/2010) dinihari WIB.

Jalannya Pertandingan

Miroslav Klose menjalani laga ke-100 bersama Jerman. Striker bernomor punggung 11 ini dipasang sebagai starter dalam laga yang digelar di Green Point Stadium, Cape Town, Sabtu (3/7/2010) malam WIB.

Gol! Jerman membuka skor lewat tandukan Mueller yang memanfaatkan umpan dari Bastian Schweinsteiger di menit ketiga.

Ini merupakan gol keempat yang dibukukan Mueller di sepanjang turnamen di Afrika Selatan kali ini.

Selanjutnya wakil Eropa semakin agresif. Serbuan Mesut Oezil dari sayap kiri berhasil menembus pertahanan Argentina. Namun bola yang diarahkan ke kotak penalti oleh pemain berdadarh Turki itu berhasil diamankan bek ARgentina.

Menit ke-14, Tango mencoba membangun serangan. Upaya yang dibangun Angel Di Maria yang berusaha mengirim umpan ke Gonzalo Higuain masih mampu dihalau oleh pemain bertahan Jerman.

Upaya Argentina kembali kandas. Di menit ke-21 Lionel Messi mengirim bola terobosan ke kotak penalti. Jabulani coba dikejar Carlos Tevez, namun Carlitos kalah cepat dari kiper Manuel Neuer.

Klose! Menit ke-23 striker bernomor 11 ini mendapatkan peluang bagus. Berawal dari tusukan Mueller dari sisi kiri, selanjutnya pemain muda Jerman itu mengirimkan bola ke tengah kotak penalti. Klose yang berdiri bebas menerima bola dan melepaskan tembakan yang masih melintas di atas gawang wakil Amerika Selatan.

Setengah jam babak pertama berjalan, peluang Argentina melalui tendangan bebas Lionel Messi masih gagal membuahkan hasil. Sepakan pemain Barcelona itu melambung di atas gawang Jerman.

Dua menit berselang, giliran Angel Di Maria yang punya kans. Namun sepakannya masih terlalu pelan dan tidak mendatangkan kesulitan bagi Neuer.

Tak lama kemudian Neuer kembali beraksi, kali ini menangkal bola tendangan Gonzalo Higuain. Menerima bola sodoran dari Otamendi, El Pipita sukses mengecoh Arne Friedrich dan melepas eksekusi yang masih bisa dikandaskan Neuer.

Wasit menganulir gol Argentina di menit ke-35 karena ada pemain yang terjebak off-side.

Sepakan keras Lukas Podolski tujuh menit menuju jeda masih menyamping dari gawang Argentina.

Kerjasama Lahm dan Mueller dua menit menjelang turun minum hampir melahirkan gol kedua Jerman. Namun tendangan Mueller masih membentur Nicolas Burdisso dan hanya melahirkan sepak pojok.

Di Maria! Dua menit babak kedua berjalan, pemain bernomor punggung tujuh ini melepas tembakan dari luar kotak penalti. Bola yang diarahkan ke tiang jauh gagal dijangkau Neuer, namun masih melenceng tipis dari sasaran.

Menit ke-53, Argentina kembali menyerbu. Umpan silang Di Maria dari sayap kanan diterima Maxi Rodriguez dan diteruskan kepada Tevez. Carlitos melepas tembakan yang masih membentur muka dari Per Mertesacker.

Lima menit berselang, ancaman dihadirkan Jerman. Umpan silang Jerome Boateng dari sayap kiri berhasil dihalau Romero sebelum bola disambar Klose.

Tevez! Menit ke-62 pemain Manchester City itu melepas tembakan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditangkap Neuer. Empat menit berselang kiper Schalke itu kembali menggagalkan upaya Argentina, kali ini lewat tendangan Angel Di Maria yang sebelumnya berhasil mengecoh Jerome Boateng.

Jerman menambah gol di menit ke-68 lewat Klose dengan memanfaatkan kesalahan komunikasi yang terjadi antara Nicolas Burdisso dan Sergio Romero.

Gol ini berawal dari umpan dari Thomas Mueller, selanjutnya Podolski berhasil menusuk ke kotak penalti tanpa pengawalan. Kemudian Poldi mengirimkan umpan ke arah Klose yang berdiri bebas. Tanpa ampun pemain bernomor punggung 11 itu melesakkan bola ke dalam gawang yang sudah kosong.

Tidak lama setelah menyunting gol kedua, Jerman kembali menambah keunggulan. Kali ini lewat kaki Arne Friedrich.

Gol yang lahir di menit ke-74 ini lahir setelah Bastian Schweinsteiger berhasil melewati penjagaan Angel Di Maria dan Javier Pastore.

Schweini selanjutnya mengirimkan umpan ke arah Friedrich. Meski mendapat penjagaan dari Gabriel Heinze, namun Friedrich berhasil melesakkan bola ke gawang Argentina. 3-0 Jerman memimpin.

Jerman nyaris menambah gol keempat. Tendangan Toni Kroos dari luar kotak penalti masih bisa ditangkal Sergio Romero.

Messi! Empat menit menuju bubaran, nyawa permainan Argentina ini melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih tepat di tangkapan Neuer.

Jerman mengunci kemenangan dua menit menuju bubaran lewat gol kedua Miroslav Klose. Gol ini lahir berkat umpan yang dilepas Mesut Oezil.

Musnah Sudah Harapan Afrika, Gana tersingkir

Dunia Sports - Musnah sudah harapan Afrika menempatkan wakilnya di semifinal Piala Dunia 2010. Wakil terakhir Benua Hitam, Ghana, harus angkat kaki setelah takluk oleh Uruguay di babak perempat final, Sabtu (3/7/2010) dini hari WIB.

Ghana melakoni pertandingan dini hari ini dengan kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan Amerika Serikat dari perdelapan final, beberapa waktu lalu. Meski wakil Amerika Selatan mengambil inisiatif serangan terlebih dulu melalui Diego Forlan dan Luis Suarez, anak-anak asuh Milovan Rajevac pantang gentar.

Forlan terus mengancam gawang yang dikawal Richard Kingson. Bomber Atletico Madrid nyaris memaksa John Mensah menceploskan gol bunuh diri pada menit 17 melalui tendangan pojok. Beruntung, Kingson sigap menjaga gawangnya.

Memasuki menit 25, Uruguay mendapat peluang emas melalui Suarez dengan tendangan kencangnya. Lagi-lagi, Kingson mementahkan peluang armada Charruas dengan tepisan tangan.

Pasukan Black Stars jelas tak tinggal diam. Isaac Vorsah dan Asamoah Gyan mendapat kesempatan bagus membawa Ghana unggul di menit 29 dan 30. Namun, keduanya pun belum berhasil mengakhiri kebuntuan.

Gol yang ditunggu Ghana dan masyarakat Afrika akhirnya datang hanya beberapa detik sebelum babak pertama usai. Gelandang senior Sulley Muntari, yang nyaris dipulangkan akibat perselisihan dengan sang pelatih, menjadi pahlawan setelah tendangan jarak jauhnya gagal dimentahkan Fernando Muslera.

Diego Forlan dkk berupaya keras mengejar ketinggalan di babak kedua. Pelatih Oscar Tabarez menurunkan Nicolas Lodeiro mengisi posisi Alvaro Fernandez demi menyegarkan skuad.

Namun, adalah Forlan yang kembali menyelamatkan armada Charruas. Striker 31 tahun membawa Uruguay mengejar ketinggalan setelah tendangan bebasnya dari jarak 25 yard meluncur mulus ke gawang Kingson.

Baik Ghana maupun Uruguay tampil habis-habisan demi memperebutkan satu dari tiga tiket semifinal yang tersisa. Jual beli serangan diperagakan dengan apik oleh masing-masing skuad, meski akhirnya pertandingan harus diselesaikan melalui perpanjangan waktu.

Masa perpanjangan waktu tidak membawa banyak perubahan bagi kedua kubu yang terus tampil mengancam. Kendati demikian, laga Uruguay kontra Ghana pagi ini benar-benar menyuguhkan drama.

Skuad Uruguay menuntut penalti di menit 102 ketika John Pantsil menjatuhkan Sebastian Abreu yang menggantikan Edinson Cavani di kotak terlarang. Namun, wasit yang tidak melihat insiden itu tetap meneruskan pertandingan.

Drama memuncak di akhir masa perpanjangan waktu. Ghana nyaris menyegel kemenangan dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang Muslera. Namun, sejumlah aksi penyelamatan kubu Uruguay memastikan gawang Muslera tetap aman.

Sialnya, Suarez tertangkap menghadang bola dengan menggunakan tangan. Wasit Olegario Benqurenca asal Portugal pun tanpa segan mengeluarkan kartu merah bagi striker Ajax Amsterdam sekaligus memberi hadiah penalti kepada skuad Black Stars.

Asamoah Gyan dipercaya sebagai eksekutor. Sayang, tendangan Gyan terlalu tinggi dan membentur mistar gawang. Suarez, yang meninggalkan lapangan sambil menangis tak bisa menyembunyikan kegembiraannya melihat ‘adegan’ itu. Untuk kedua kalinya sejak laga Jepang kontra Paraguay, pertandingan harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Forlan mendapat kesempatan pertama untuk Uruguay dan menyelesaikan tugasnya dengan baik. Begitu juga Gyan, yang berhasil memperbaiki kesalahan, dan memperpanjang harapan Ghana. Mauricio Victorino dan Andres Scotti (Uruguay) serta Stephen Appiah (Ghana) juga tak menemui kesulitan.

Malapetaka dihadapi Ghana ketika tendangan John Mensah berhasil diselamatkan oleh Muslera. Namun, fans Black Stars masih bisa bernapas lega setelah Maxi Pereira pun gagal menyarangkan tendangan ke gawang Kingson.

Sayang, kegagalan Pereira belum cukup untuk menghentikan langkah Uruguay melaju ke babak semifinal. Muslera kembali melakukan penyelamatan gemilang atas penalti Dominic Adiyiah.

Gol Sebastian Abreu akhirnya menandai akhir perjalanan Ghana di pentas Piala Dunia 2010. Uruguay berhak menantang Belanda di babak semifinal setelah membungkus skor kemenangan 4-2 melalui drama adu penalti.

Jumat, 02 Juli 2010

Kandidat Juara Brasil, Di Pulangkan Paksa Belanda

Dunia Sports - Belanda berhasil melaju ke semifinal setelah mengalahkan Belanda di babak perempatfinal dengan skor 2-1. Laga ini diwarnai satu kartu merah untuk Felipe Melo.

Brasil terlebih dahulu memimpin lewat Robinho di menit kesepuluh. Belanda mencetak gol penyama usai Felipe Melo melakukan bunuh diri di menit ke-53.

Bintang Oranje Wesley Sneijder memastikan kemenangan Negeri Kincir Angin berkat golnya di menit ke-68. Laga ini diwarnai kartu merah untuk pemain Brasil Felipe Melo.

Jalannya Pertandingan

Laga antara Brasil kontra Belanda digelar di Nelson Mandela Bay, Jumat (2/7/2010) malam WIB. Sebelum pertandingan kapten kedua tim membacakan pernyataan anti diskriminasi dan anti rasisme.

Pertandingan berlangsung seru begitu wasit . Kedua tim langsung saling melancarkan tekanan ke pertahanan lawan masing-masing.

Menit ketujuh Brasil mencetak gol melalui Robinho yang menerima umpan dari Dani Alves. Namun wasit kemudian mangeanulir gol tersebut akibat Alves terlebih dahulu offside.

Brasil membuka skor di menit kesepuluh melalui Robinho. Gol ini diawali dari umpan terobosan yang dilepas dari daerah sendiri oleh Felipe Melo. Robinho yang tidak terkawal berhasil menaklukkan Maarten Stekelenburg dengan tendangan sekali sentuh. 1-0 Samba unggul.

Semenit berselang, upaya Belanda lewat sepakan Wesley Sneijder masih bisa ditepis Julio Cesar.

Tendangan bebas Robin Van Persie di menit ke-17 masih melambung di atas gawang Julio Cesar.

Belanda terus berusaha mengejar ketinggalan. Namun upaya yang dilakukan pasukan Oranje beberapa kali kandas oleh barisan belakang Brasil.

Juan! 24 menit pertandingan berjalan, bek Brasil ini hampir saja menambah keunggulan timnya. Peluang ini diawali dari Dani Alves yang berdiri di sayap kanan, sukses mengecoh Dirk Kuyt. Selanjutnya Alves melepas umpa nke kotak penalti. Juan menyambut dengan tendangan yang masih melambung di atas gawang Stalekenburg.

Lima menit berselang, Belanda menekan lewat serangan balik. Umpan jauh Sneijder diterima Van Persie yang menembus lewat sisi kanan. Selanjutnya pemain Arsenal itu memberikan bola kepada Robben. Nama terakhir melepaskan tembakan yang masih membentur pemain belakang Brasil.

Kaka! Setengah jam usia laga, kerjasama Robinho, Luis Fabiano, dan diakhiri eksekusi Kaka memaksa Stakelenburg berjibaku menyelamatkan gawangnya.

Berawal dari pergerakan Robinho di sebelah kiri, pemain yang pernah berseragam Real Madrid ini berhasil melewati kawalan dua pemain Belanda. Selanjutnya Robinho melepas bola ke tengah. Jabulani diteruskan oleh Fabiano kepada Kaka yang kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis Stakelenburg.

Upaya wakil Eropa menyamakan skor kembali kandas. Kali ini tendangan bebas Sneijder di menit ke-35 tepat di tangkapan Julio Cesar.

Peluang terakhir di babak pertama jadi milik Brasil. Menerima umpan Dani Alves, Maicon yang menusuk lewat sebelah kiri kotak penalti melepaskan tembakan yang masih gagal menembus sasaran.

Belanda mencetak gol penyama di menit ke-52 melalui gol bunuh diri Felipe Melo. Gol ini berawal dari bola lambung yang dilepas Sneijder dari sayap kanan. Cesar mencoba bergerak maju menyambut bola bertabrakan dengan Felipe Melo. Bola yang sempat membentur badan Melo pun menembus gawang Brasil. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Kaka! Kesalahan Andre ooijer membuat bola jatuh ke Kaka. Selanjutnya pemain Real Madrid itu melepaskan tembakan yang masih menyamping dari sasaran.

Gol! Menit ke-67 Belanda berbalik unggul lewat tandukan Wesley Sneijder. Gol ini berawal dari situasi sepak pojok. Bola corner Arjen Robben diteruskan Dirk Kuyt ke Sneijder. Tidak mendapatkan kawalan berarti, pemain bernomor punggung sepuluh itu menanduk bola untuk menjebol gawang Julio Cesar.

Brasil harus bermain sepuluh orang usai Felipe Melo menerima kartu merah di menit ke-73 usai melanggar Arjen Robben.

Laga selanjutnya berlangsung panas. Robinho terlihat berang dan marah-marah kepada Arjen Robben, setelah pemain Belanda itu dinilai bereaksi berlebihan setelah dijatuhkan oleh Dani Alves.

Lucio! Sepuluh menit menuju bubaran, sepakan bek Brasil ini dalam situasi sepak pojok masih membentur pemain Belanda dan berbuah corner. Tendangan sudut kedua yang diambil Maicon mengarah ke gawang Belanda. Bola gagal dijangkau Stekelenberg namun masih bisa dihalau Dirk Kuyt.

Tujuh menit sebelum bubaran, umpan Sneijder ke kotak penalti diterima Van Presie. Selanjutnya pemain Arsenal itu mengalami kesulitan melewati pengawalan pemain Brasil. Bola kemudian disambar oleh Kuyt. Namun upaya tim Negeri Kincir Angin masih bisa dikandaskan Cesar.

Belanda kembali menyerbu. Huntelaar sukses menembus pertahanan Belanda. Namun memasuki kotak penalti pemain AC Milan itu gagal melewati hadangan pemain belakang Brasil.

Rabu, 30 Juni 2010

8 Besar Piala Dunia 2010, dan Jadwal Perempat Final

Even akbar Piala Dunia 2010 sudah mencapai babak perempat final. Setelah 18 hari pasca upacara pembukaan, tim-tim peserta sudah mulai menyusut dari 32 peserta kini hanya tersisa delapan peserta terbaik. Amerika Latin mendominasi dengan menempatkan empat timnas dari lima wakil yang dikirim ke Piala Dunia.

Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay. Kalau saja Cile tak berhadapan dengan Brasil di babak 16 besar, mungkin saja lima tim itu lolos semua. Namun, dengan empat tim saja sudah cukup menempatkan Amerika Latin sebagai penguasa Piala Dunia tahun ini, penegasan tinggal meraih gelar juara.

Sementara Eropa, tetap menjaga peluang dengan menempatkan tiga wakilnya. Belanda, Jerman, dan Spanyol. Satu tim lagi mewakili tuan rumah Benua Afrika, Ghana. Ghana tetap punya peluang lolos ke semifinal kalau bisa mengalahkan Uruguay di perempatfinal 2 Juli nanti.

Laga ketat akan tersaji ketika Belanda melawan lawan Brasil. Satu lagi, Argentina lawan Jerman. Namun, bukan berarti laga lainnya tidak seru. Berikut daftar delapan tim tersisa untuk Piala Dunia 2010

1.Uruguay
2.Ghana
Kedua tim akan bertemu di Johannesburg pada 2 Juli 2010

3.Belanda
4.Brasil
Kedua negara akan bertemu di Port Elizabeth pada 2 Juli 2010

5.Argentina
6.Jerman
Kedua juara dunia ini akan saling bertemu di Cape Town pada 3 Juli 2010

7.Paraguay
8.Spanyol
Dua peserta terakhir ini akan bertanding di Johannesburg pada 3 Juli 2010

Satu Gol Villa Antar Spanyol ke Perempatfinal

Spanyol memastikan diri ke babak perempatfinal Piala Dunia 2010 usai mengalahkan Portugal 1-0. Gol kemenangan La Furia Roja dicetak oleh David Villa.

Pertandingan babak perdelapanfinal antara Spanyol kontra Portugal digelar di Green Point Stadium, Rabu (30/6/2010) dinihari WIB.

Sejak menit awal, kedua tim sudah saling menyerang. Namun hingga 45 menit pertama skor masih imbang 0-0.

Gempuran serangan Spanyol semakin meningkat di babak kedua. Alhasil sebuah gol pun tercipta di menit 63 melalui kaki Villa. Skor 1-0 berakhir hingga pertandingan bubar.

Kemengan ini membawa Spanyol ke babak 8 Besar. Selanjutnya mereka akan ditantang oleh Paraguay.

Jalannya Pertandingan

Insiatif serangan Spanyol dibuka sejak menit pertama dan langsung mendapat peluang. Fernando Torres yang menyisir di sisi kiri lapangan berhasil melepaskan tendangan keras ke arah gawang namun berhasil ditepis oleh Eduardo.

Serbuan Spanyol diteruskan oleh Villa semenit kemudian. Tapi tendangannya masih bisa diblok pemain belakang lawan.�

Villa kembali memaksa Eduardo bekerja keras. Di menit ketujuh, Villa yang berhasil melewati Ricardo Costa melepas tendangan keras dari sudut sempit kiri gawang Portugal tapi bola masih bisa diblok sang kiper.

Giliran Portugal menyerang. Menit kedelapan, Simao Sabrosa menembak ke arah gawang Iker Casillas tapi bisa diblok oleh bek Spanyol.

Semenit kemudian, Cristiano Ronaldo menggiring bola dari sisi kanan lapangan dan melepas umpan lambung yang terlalu panjang. Tendangan gawang buat Spanyol.

Xavi! Menit ke-12, Spanyol nyaris saja menghasilkan gol. Sepak pojok yang dibuat Torres menemui kaki Xavi dan ia lantas membuat tendangan langsung yang tipis melewati mistar.

Empat menit beselang, Portugal mendapat peluang dari Ronaldo yang mendapat tembakan bebas. Sayang tendangannya masih terlalu lemah dan mengarah tepat ke Casillas.

Menit 20, gawang Casillas nyaris saja bobol. Coentrao berhasil menggiring bola ke tengah dan mengoper bola ke Tiago yang lantas diteruskan dengan sepakan keras dan ditepis Casillas. Bola yang mengarah ke gawang dicecar Hugo Almedia sayang keburu dihalau Casillas lagi.

Tujuh menit kemudian, Ronaldo kembali mendapat kans lewat tendangan bebas yang disepaknya keras-keras. Casillas tidak dapat menangkapnya dengan baik tapi bola bisa diamankan bek lawan.

Menit 38, Almeida hampir saja membuahkan gol buat timnya. Umpan lambung Raul Meireles disambut dengan tandukan Almeida dan bola masih menyamping. Padahal Almeida sudah berada di posisi yang tepat.

Tiga menit menjelang jeda, Coentrao melepas umpan ke depan gawang. Dengan cepat Tiago menyambar dengan tandukannya sayang masih jauh melenceng gawang Casillas.

Spanyol membalas. Sergio Ramos menanduk bola tapi bisa dihalau Eduardo. Skor imbang 0-0 bertahan sampai wasit meniup peluit tanda babak pertama berakhir.

Almeida! Berada di pinggir gawang Casillas, Almeida melepas tendangan yang memantul paha Carles Puyol di menit 51. Bola bergulir nyaris masuk gawang Casillas.

Tak lama kemudian, Spanyol melancarkan berondongan serangan ke Portugal lewat tandukan Fernando Llorente dan tembakan Villa. Masih belum dapat dikonversi menjadi gol.

Gol! Spanyol berhasil unggul sementara 1-0 atas Portugal lewat Villa di menit 63. Iniesta mengirim operan kepada Xavi yang diteruskan kepada Villa yang lantas menyambutnya dengan tendangan keras. Bola masih bisa ditepis Eduardo namun bola muntah lantas dicecar Villa dan akhirnya berbuah gol.

Gawang Portugal benar-benar terancam. Di menit 69, Ramos menggiring bola ke sayap kanan lapangan dan lanas melepas tendangan sangat keras dan berhasil diselamatkan Eduardo.

Ramos kembali menghadirkan ancaman lewat Villa enam menit kemudian. Tapi tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih bisa diselamatkan si kiper. Eduardo tampil sangat gemilang kali ini.

Malang buat Portugal. Dalam usahanya mengejar ketertinggalan dari Spanyol malah kehilangan salah seorang pemainnya. Costa mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Joan Capdevilla di menit 88.

Selanjutnya Portugal sempat melancarkan sejumlah serangan ke gawang Spanyol namun gagal berbuah gol. Skor 1-0 tidak berubah dan Spanyol berhak maju ke babak 8 besar.

Selasa, 29 Juni 2010

Harapan Asia Musnah, Setelah jepang Kandas Lewat Adu Penalti

Sayang seribu sayang harapan satu satunya wakil asia jepang harus mengikuti jejak korut dan korsel kandas di 16 besar, pertandingan yang panjang dan alot di peragakan ke dua belah tim, yang berakhir di menangkan paraguay lewat adu penalti, Paraguay melaju ke perempatfinal usai menndukkan Jepang lewat adu penalti dengan skor 5-4.

Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 0-0 selama 120 menit.

Kesempatan pertama didapatkan oleh Paraguay dengan Edgar Baretto sebagai eksekutor pertama. Pemain bernor delapan itu berhasil menyelesaikan tugasnya. Meski kiper Kawashima berhasil melompat ke arah yang benar, namun ia kalah cepat.

Jepang menyamakan skor ketika eksekusi Yasuhito Endo berhasil mengecoh Justo Villar.

Wakil Amerika Selatan berhasil memimpin 2-1� setelah sepakan Lucas Barrios berhasil menjebol gwang Jepang. Kali ini Kawashima kembali kalah cepat dari bola, meski sudah bergerak ke arah yang benar.

Skor berubah menjadi 2-2 ketika tendangan Makoto Hasebe gagal ditahan Villar.

Kawashima kali ini tertipu ketika menghadapi tendangan ketiga Paraguay yang diambil Cristian Riveros. Alhasil skor pun berubah menjadi 3-2 untuk Guaranies.

Jepang gagal di kesempatan ketiga! Tendangan Yuichi Komano gagal dijangkau Villar tapi masih membentur mistar gawang.

Paraguay di atas angin ketika tendangan Nelson Valdes yang diarahkan ke tengah gawang gagal dihentikan oleh Kawashima yang bergerak ke arah kanan.

Eksekusi Keisuke Honda masih menjaga napas Jepang. Tendangannya mengarah ke sudut kanan gawang Paraguay.

Langkah Paraguay ke perempatfinal dipastikan ketika sepakan pemain pengganti Oscar Cardozo mengecoh Kawashima.

Bungkam Chile, Brasil Mantap ke Perempatfinal

Brasil melaju dengan mantap ke babak perempatfinal, usai menghancurkan sesama wakil Amerika Selatan, Chile 3-0. Di delapan besar, Samba akan berhadapan dengan Belanda.

Ketiga gol Brasil dalam laga yang dipentaskan Selasa (29/6/2010) dinihari WIB itu dikemas oleh Juan, Luis Fabiano, dan Robinho.

Laga kedua tim berlangsung menarik. Meski kalah namun Chile juga menunjukkan perlawanan yang ketat.

Di perempatfinal tim asuhan Carlos Dunga akan berjumpa dengan Belanda. Sebelumnya Brasil dan Belanda sudah pernah tiga kali bertemu di Piala Dunia dengan hasil dua kemenangan untuk tim Samba dan satu buat Oranye.

Kemenangan Brasil terjadi di perempatfinal Piala Dunia 1994 dengan skor 3-2 dan semifinal Piala Dunia 1998 dengan skor 5-3 (1-1, 4-2 adu penalti). Sedangkan Negeri Kincir Angin menang 2-0 di semifinal Piala Dunia 1974.

Jalannya Pertandingan

Di menit awal pertandingan, Chile langsung menekan pertahanan Brasil melalui tusukan Arturo Vidal, Mauricio Isla, dan Alexis Sanchez.

Luis Fabiano! Memasuki menit keempat, Fabiano memiliki kans. Setelah berhasil menembus sisi kiri pertahanan Chile tanpa mendapat kawalan berarti, pemain bernomor punggung sembilan itu melepas eksekusi yang masih melenceng jauh dari sasaran.

Empat menit berselang, giliran Gilberto Silva yang memiliki kans membawa Brasil unggul. Namun upaya ini kandas berkat penyelamatan yang dilakukan kiper Chile, Claudio Bravo.

Humberto Suazo! Penyerang Chile ini mendapatkan kans matang. Usai menerima umpan, pemain bernomor punggung sembilan itu sukses melepas tembakan meski mendapat kawalan dari Lucio. Namun tembakannya masih terlalu lemah dan bisa dengan mudah ditangkap Julio Cesar.

Tembakan jarak jauh kembali dilepas Brasil ke arah gawang Chile. Bravo kembali mengkandaskan peluang Samba dengan menjinakkan sepakan Ramires di menit ke-18.

Lucio dijatuhkan di kotak penalti di menit ke-27. Dari tayangan ulang menunjukkan bahwa pemain Inter Milan itu diganjal keras oleh Pablo Contreras dan selanjutnya bola keluar. Wasit memutuskan memberikan corner pada Brasil.

Gol! Brasil membuka skor melalui Juan di menit ke-34. Memanfaatkan sepak pojok yang dilepas Maicon, Juan yang tidak terlalu terkawal menanduk bola yang gagal dijangkau oleh Bravo.�

Tiga menit berselang, Selecao semakin memperlebar jarak berkat gol Luis Fabiano. Gol ini diawalai dari gebrakan Robinho dari sayap kiri yang selanjutnya mengirim bola ke tengah.

Jabulani diterima Kaka yang meneruskannya kepada Luis Fabiano. Mendapatkan pengawalan yang tak terlalu ketat, Fabiano kemudian berhasil menghindari Bravo yang maju untuk menutup ruang tembaknya. Kemudian striker Sevilla itu melepas tembakan yang membawa Brasil unggul 2-0.

Kedua tim bermain saling menekan di interval sepuluh menit awal babak kedua.

Pasukan Dunga semakin menjauh di menit ke-59 berkat gol Robinho. Arsitek dari gol ini adalah Ramires yang dengan aksinya berhasil membongkar jantung pertahanan Chile. Selanjutnya Ramires menyodorkan bola kepada Robinho yang berdiri bebas dan melepas tembakan yang gagal dihadang Bravo.

Tertinggal tiga gol tak membuat Chile kendor. La Roja terus berusaha menyerbu gawang Julio Cesar lewat Jorge Valdivia dan Alexis Sanchez.

Robinho hampir menambah koleksi golnya di menit ke-73. Lolos dari jebakan offside, pemain yang pernah berseragam Real Madrid ini kemudian menyerang sisi kiri pertahanan Chile. Selanjutnya Robinho melepas tembakan yang masih bisa ditangkal Bravo.

Semenit berselang giliran Julio Cesar beraksi memblok tembakan Suazo-- yang sebelumnya harus berusaha keras untuk melewati penjagaan Lucio.

Teror Suzao terhadap Brasil belum berakhir. Tiga menit kemudian, tendangan setengah voli pemain bernomor sembilan itu gagal dijangkau Julio Cesar, namun masih mengenai mistar dan bola meninggalkan lapangan permainan.

Enam menit menuju bubaran, Chile kembali berpeluang. Menerima umpan Jorge Valdivia, Jean Beausejour melepas tembakan ke arah tiang jauh. Namun bola masih melintas di samping sasaran.

Kedua tim terus saling melancarkan serangan. Namun hingga laga ditutup tak ada gol tambahan tercipta.

Senin, 28 Juni 2010

Rekor Pertemuan Jerman-Argentina

Dunia Sports Babak perempat final Piala Dunia 2010 kembali menghadirkan partai seru dan klasik. Jerman, yang baru menggilas Inggris dengan skor 4-1 di babak perdelapan final, Minggu (27/6/2010), akan bertemu lagi dengan lawan berat, yaitu Argentina. Pertemuan ini tak terhindarkan setelah Argentina juga tampil impresif di babak 16 besar, setelah melibas Meksiko 3-1, Senin (28/6/2010) dinihari WIB.
Secara keseluruhan, kedua negara sudah bertemu sebanyak 18 kali. Argentina unggul karena meraih delapan kemenangan, sedangkan Jerman baru lima—lima kali imbang.
Namun, di pentas Piala Dunia, Jerman lebih unggul dari "Albiceleste". Sebelumnya, mereka sudah bertemu lima kali di mana Jerman meraih dua kemenangan, sedangkan Argentina baru sekali.

Satu-satunya kemenangan Argentina itu terjadi pada final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Waktu itu, tim "Tango" yang dimotori oleh Diego Maradona, yang sekarang menjadi pelatih, tampil sangat impresif dengan unggul 2-0 dulu lewat Jose Brawn dan Jorge Valdano, sebelum Jerman mengejarnya untuk mengubah skor menjadi 2-2 berkat gol Karl-Heinz Rummeniegge dan Rudi Voeller. Ketika pertandingan tersisa tujuh menit, Jorge Burruchaga menaklukkan kiper Harald Schumacher untuk memastikan Argentina meraih gelar kedua event empat tahunan tersebut.

Empat tahun berselang ketika turnamen diselenggarakan di Italia, Jerman membalasnya, juga di final. Andreas Brehme menjadi penentu kemenangan "Der Panzer", lewat gol penaltinya pada menit ke-85, yang memastikan Jerman meraih gelar ketiga Piala Dunia.

Piala Dunia 2006, ketika menjadi tuan rumah, Jerman kembali "membunuh" Argentina. Kali ini, pemenang ditentukan lewat drama adu penalti, setelah skor sepanjang waktu normal 90 menit plus tambahan 2 x 15 menit, tetap 1-1. Dalam adu keberuntungan di babak perempat final itu, Jerman yang menang dan mereka akhirnya tertahan di semifinal.

Sekarang, kedua tim harus saling menjegal di babak delapan besar lagi. Apakah Argentina bisa membalas? Ataukah Jerman kian menegaskan dominasinya di ajang Piala Dunia? Yang pasti, pemenang dalam laga ini bakal melapangkan jalan untuk menambah koleksi gelarnya!

"Head to head"

Total pertemuan: 18
Argentina menang: 8
Imbang: 5
Jerman menang: 5

- Pertemuan di Piala Dunia (5 kali bertemu, Jerman menang 2, draw 2, Argentina menang 1)

2006, Berlin, 30/6/2006: Jerman 1:1 a.e.t. (1:1, 0:0) 4:2 PSO Argentina di perempat final
1990, Roma, 8/7/1990: Jerman 1:0 (0:0) Argentina di final
1986, Meksiko City, 29/6/1986: Argentina 3:2 (1:0) Jerman di final
1966, Birmingham, 16/7/1966: Jerman 0:0 Argentina di penyisihan grup
1958, Malmo, 8/6/1958: Argentina 1:3 (1:2) Jerman di penyisihan grup

- Pertemuan di Piala Konfederasi

2005, Nuremberg, 21/6/2005: Argentina 2:2 (1:1) Jerman di penyisihan grup

- Pertemuan di pertandingan persahabatan (total 12 kali, Argentina menang 7, draw 2, Jerman menang 3)

Munich, 3/3/2010: Jerman 0:1 (0:1) Argentina
2005, Dusseldorf, 9/2/2005: Jerman 2:2 (2:1) Argentina
2001, Stuttgart, 17/4/2002: Jerman 0:1 (0:0) Argentina
1993, Miami, 15/12/1993: Jerman 1:2 (1:1) Argentina
1987, Berlin Barat, 2/4/1988: Argentina 0:1 (0:1) Jerman
1987, Buenos Aires, 16/12/1987: Argentina 1:0 (0:0) Jerman
1984, DuSseldorf, 12/9/1984: Jerman 1:3 (0:2) Argentina
1982, Buenos Aires, 24/3/1982: Argentina 1:1 (0:1) Jerman
1980, Montevideo, 1/1/1981: Jerman 1:2 (1:0) Argentina
1979, Berlin Barat, 12/9/1979: Jerman 2:1 (0:0) Argentina
1977, Buenos Aires, 5/6/1977: Argentina 1:3 (0:1) Jerman
1973, Munich, 14/2/1973: Jerman 2:3 (0:2) Argentina

Negara Kincir Angin Belanda ke Perempatfinal

Dunia Sports - Belanda melaju ke perempatfinal usai menundukkan Slovakia 2-1. Gol kemenangan tim Oranye dibukukan dua bintang mereka, Arjen Robben dan Wesley Sneijder.

Belanda menghadapi Slovakia di Stadion Moses Mabhida, Durban, Senin (28/6/2010) malam WIB.

Belanda membuka skor lewat Arjen Robben di babak pertama. Tim asuhan Bert Van Marwijk mengunci kemenangan tujuh menit menuju bubaran. Gol hiburan Slovakia dicetak lewat eksekusi penalti Robert Vittek di penghujung pertandingan.

Di perempatfinal, tim Negeri Kincir Angin menanti pemenang pertandingan Brasil vs Chile yang berlangsung Selasa (29/6/2010) dinihari WIB.

Jalannya Pertandingan
Belanda menampilkan Arjen Robben sebagai starter dalam laga yang digelar di Durban, Senin (28/5/2010) malam WIB. Ini kali pertama pelatih Bert Van Marwijk menurunkan pemain Bayern Muenchen itu sebagai starter.

Slovakia langsung mengancam di menit pertama melalui Erik Jendrisek, setelah memanfaatkan bola sodoran Vladimir Weiss. Namun tendangannya dari luar kotak penalti melintas di atas gawang Belanda.

Peluang De Oranje hadir tiga menit berselang. Tetapi sepakan Wesley Sneijder, juga dari luar kotak 12 pas, masih melambung jauh.

Aksi melepaskan tembakan dari luar kotak penalti berlanjut. Menit kelima menjadi giliran Marek Hamsik di mana bola melaju di samping kanan gawang yang dijaga Maarten Stelekenburg.

Van Persie! Menerima umpan dari Dirk Kuyt, pemain Arsenal ini menyundul bola namun masih membentur pemain Slovakia dan hanya berbuah sepak pojok.

Menit sepuluh, Sneijder memperoleh peluang matang. Namun tembakan pemain Inter Milan ini masih bisa diamankan oleh kiper Slovakia Jan Mucha.

Belanda membuka skor di menit ke-18 melalui kaki Arjen Robben.

Gol diciptakan oleh pemain Bayern Muenchen ini dari luar kotak penalti. Usai menerima bola panjang dari daerah pertahanan sendiri, Robben selanjutnya menyerbu dari sisi sebelah kanan.

Selanjutnya eks pemain PSV Eindhoven itu bergerak ke tengah. Meski dibayangi dua hingga tiga pemain belakang Slovakia, namun Robben berhasil selanjutnya melepas eksekusi yang gagal dibendung kiper Jan Mucha. 1-0 Belanda unggul.

Peluang kembali hadir bagi Belanda lima menit menuju jeda. Namun tembakan Van Persie masih belum menyulitkan dan berhasil ditangkal Mucha.

Van Persie kembali gagal memaksimalkan peluang yang didapat. Tiga menit menjelang turun minum, sepakan pemain bernomor sembilan ini dari kotak penalti usai menerima umpan Mark Van Bommel masih gagal menembus sasaran.

Skor 1-0 bertahan hingga peluit tanda istirahat dibunyikan.

Di awal babak kedua, kiper Slovakia Mucha melakukan dua aksi penyelamatan gemilang. Yang pertama dari sepakan Robben dan kemudian dari serbuan Van Persie.

Menit ke-58 Mucha kembali beraksi. Tendangan bebas Robin Van Persie ditepis oleh kiper yang musim depan memperkuat Everton itu.

Sepuluh menit berselang, giliran Maarten Stekelenburg yang beraksi. Kiper Belanda ini berhasil mementahkan dua peluang emas Slovakia yang diciptakan lewat tendangan keras Miroslav Stoch dan sepakan jarak dekat Robert Vittek.

Dirk Kuyt! Memasuki menit ke-72, pemain Liverpool ini melepaskan tembakan keras dari luar kotak 12 pas dan memaksa Mucha untuk beraksi menyelamatkan gawangnya.

Belanda semakin memperlebar jarak keunggulan dengan Slovakia. Tujuh menit menuju bubaran, Wesley Sneijder menggandakan skor bagi De Oranje.

Gol Sneijder ini diawali oleh kesalahan kiper Jan Mucha yang terlalu maju untuk mencegah pergerakan Dirk Kuyt yang merangsek ke sebelah kanan kotak penalti Slovakia. Namun upaya Mucha ternyata gagal dan Kuyt berhasil menguasai bola.

Selanjutnya pemain Liverpool itu mengirim umpan ke tengah. Di sana Sneijder yang tidak terkawal tanpa kesulitan melepas tembakan yang menembus gawang Slovakia. 2-0 Belanda memimpin.

Pemain pengganti Ibrahim Afellay hampir saja membawa Belanda menambah gol. Tendangannya mengenai kaki pemain belakang Slovakia dan mengarah ke gawang Mucha. Namun bola masih gagal menembus sasaran.

Slovakia mendapatkan hadiah penalti di masa injury time usai Stakelenburg menjatuhkan Robert Vittek di kotak terlarang.

Argentina Singkirkan Meksiko 3-1

Dunia Sports - Argentina akan berduel dengan Jerman di babak perempatfinal. Ini setelah Albiceleste menyingkirkan Meksiko dengan skor 3-1 di perdelapanfinal, Senin (28/6) dinihari WIB.

Dalam laga yang dihelat di Soccer City Stadium itu Carlos Tevez tampil sebagai bintang kemenangan dengan mencetak dua gol, masing-masing babak pertama dan kedua. Sementara satu gol lagi disumbang Gonzalo Higuain yang menjadikannya topskorer sementara dengan empat gol.

Gol hiburan Meksiko dicetak Javier Hernandez.

Jalannya pertandingan

Meksiko mengambil inisiatif serangan sejak awal. Di menit ke-8 tendangan keras Carlos Salcido dari jarak 40 yard masih membentur mistar gawang setelah sempat mengenai tangan Sergio Romero.

Semenit sesudahnya giliran Andres Guardado yang menguji Romero dari luar kotak penalti. Sepakan kaki kiri melengkungnya hanya tipis menyamping di sisi gawang.

Di menit ke-11 akselerasi Lionel Messi melewati hadangan tiga pemain Meksiko diakhiri dengan tendangan chip dari luar kotak penalti namun bola masih dalam jangkaun Oscar Perez.

Tiga menit kemudian Javier Hernandez lewat tendangan jarak jauh membahayakan gawang Argentina namun bola masih melebar.

Di menit ke-26 Argentina berhasil unggul lewat sebuah gol kontroversial yang dicetak Tevez. Diawali kemelut di depan gawang Argentina hasil sepakan Messi, bola kemudian dilob Messi ke arah gawang.

Di sana ada Tevez yang berdiri di depan gawang menyundul bola yang kemudian masuk menjadi gol.

Para pemain Meksiko memprotes gol tersebut karena Tevez sebelum menyentuh bola diklaim sudah berada dalam posisi offside.

Meksiko di menit ke-33 kembali harus kebobolan dan bikin skor jadi 2-0 untuk Argentina. Kesalahan Ricardo Osorio dalam mengumpan di daerah pertahanan dimanfaatkan Higuain yang dengan mudah menaklukkan Perez sebelum mengirim bola ke dalam gawang.

Di menit ke-35 Salcido kembali melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis oleh Romero.

Hernandez kembali punya peluang di masa injury time ketika crossing dari luar kotak penalti deras meluncur ke depan gawang namun gagal digapainya. Romero pun dengan sigap mengamankannya.

Tevez! Di menit ke-53 Tevez yang mendapat bola di depan kotak penalti melepaskan diri dari penjaganya dan melepaskan tembakan keras ke pojok gawang Perez. Gol kedua Tevez membuat Argentina memimpin 3-0.

Di menit ke-61 Pablo Barrera melepaskan tembakan dari sudut sempit namun masih menyamping. Empat menit setelah giliran Salcido melepaskan tembakan keras yang juga masih dapat ditepis Romero.

Meksiko memangkas ketertinggalan di menit ke-71 lewat gol Hernandez. Mendapat bola sodoran di kotak penalti, Hernandez mengecoh Martin Demichelis dan lantas melepaskan tembakan kaki kiri keras ke pojok kanan atas gawang Romero.

Di penghujung pertandingan Messi punya kesempatan mencetak gol. Setelah melewati hadangan dua pemain lawan Messi melepaskan sepakan kaki kiri yang masih dapat dihalau Perez.

Skor 3-1 tetap terpampang di papan skor dan Argentina bertemu Jerman di perempatfinal.

Minggu, 27 Juni 2010

Inggris Pulang Kampung di Bantai Jerman 4-1

Dunia Sports Jerman sukses melanjutkan dominasinya atas Inggris di putaran final Piala Dunia setelah memaksa The Three Lions pulang lebih cepat usai memetik kemenangan 4-1(Inggris Pulang Kampung di Bantai Jerman 4-1)dalam pertandingan babak 16 Besar Piala Dunia 2010 di Stadion Free State, Bloemfontein.

Dalam pertandingan ini, baik Jerman maupun Inggris tidak terlalu melakukan perubahan berarti. Pelatih Jerman Joachim Loew kembali menurunkan Miroslav Klose yang sebelumnya absen, karena mendapat kartu merah di penyisihan Grup D melawan Serbia.

Sedangkan pelatih Inggris Fabio Capello tetap mempercayakan skuad yang diturunkannya ketika mengalahkan Slovenia.

Laga baru berjalan empat menit, kiper David James sudah harus bekerja keras untuk mementahkan peluang yang didapat Mesut Ozil. Usai mengalahkan Ashley Cole, pemain muda Jerman ini melepaskan tendangan voli ke gawang, namun bisa dihadang kiper veteran tersebut.


Ketergantungan Jerman terhadap Klose mulai terlihat ketika striker ini membawa Jerman unggul lebih dulu pada menit ke-21. Setelah memenangi duel melawan John Terry, Klose menceploskan bola ke gawang James.

Pada menit ke-32, Jerman menggandakan keunggulan melalui Lukas Podolski. Berawal dari penetrasi yang dilakukan Thomas Muller, gelandang ini memberikan umpan kepada Podolksi yang berdiri bebas, sehingga dengan mudah melepaskan tembakan ke gawang James.

Tertinggal dua gol membuat Inggris memberikan respon. Selang lima menit kemudian, kepercayaan yang diberikan Capello dibayar lunas Matthew Upson. Gelandang Inggris tersebut memperkecil ketertinggalan lewat sundulannya setelah menerima umpan dari Steven Gerrard.

Inggris sebetulnya mampu menyamakan kedudukan. Namun wasit asal Uruguay Jorge Larrionda mengeluarkan keputusan kontroversial dengan tidak mengesahkan bola tendangan Frank Lampard di menit ke-39 yang membentur mistar gawang. Dalam tayangan terlihat jelas bola sudah masuk ke dalam gawang.

Hingga babak pertama berakhir, Jerman masih mempertahankan keunggulan 2-1.

Di babak kedua, Inggris meningkatkan tempor serangan untuk mengejar ketertinggalan. Selain kesan terburu-buru dalam melakukan penyelesaian akhir, kiper Manuel Neuer berhasil mementahkan peluang yang didapat Inggris.

Namun, serangan sporadis yang dilancarkan The Three Lions harus dibayar mahal. Lewat serangan balik, Jerman menambah dua gol dalam tempo tiga menit untuk memperlebar keunggulan.

Gol ketiga Jerman berawal dari tendangan bebas Inggris yang membentur pagar betis tim Panzer. Bola langsung di tendang ke depan yang disambut Bastian Schweinsteiger. Gelandang Jerman tersebut menggiring bola hingga ke depan kotak penalti, dan memberikan umpan kepada Muller untuk diceploskan ke gawang James.

Gol keempat Jerman juga tidak jauh berbeda. Berawal dari serangan balik, Ozil mampu memenangi adu sprint dengan Gareth Barry di sektor kanan pertahanan Inggris. Ozil lalu memberikan umpan kepada Muller yang langsung melepaskan tendangan terarah ke gawang Inggris.

Inggris masih terus berusaha mengejar ketertinggalan tiga gol untuk membuka peluang memaksa pertandingan diakhiri melalui perpanjangan waktu. Pada menit ke-80, tendangan Gerrard masih bisa dibendung Neuer.

Berbagai upaya dilakukan Inggris, namun disiplinnya pertahanan Jerman dalam menghadapi serangan Inggris membuat pertandingan harus berakhir dengan skor 4-1.

Followers

  © Design Templates 'sports' by fathony cah ponorogo 2010

Back to TOP