Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch
Tampilkan postingan dengan label Badminton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Badminton. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Juni 2010





Dunia Sports - Ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir bukan tandingan untuk duet Jepang Noriyatsu Hirata/Miyuki Maeda. Nova/Lily menang mudah dan maju ke babak kedua Djarum Indonesia Open Super Series.

Cuma dalam waktu 27 menit, Nova/Lily yang merupakan unggulan pertama berhasil mengungguli Hirata/Maeda lewat pertarungan dua set, 21-11, 21-10.

"Mereka nggak diapa-apain juga mati sendiri karena angin. Mereka sepertinya tidak sempat mencoba lapangan," ujar Nova menanggapi kemenangan mudahnya di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2010).

"Lawan kita tadi tidak ada perlawanan, padahal kualitasnya tidak segitu. Tapi mereka juga masih sangat muda," imbuh Nova lagi.

Di babak kedua, Nova/Lily bakal menghadapi Patipat Chalardchaleam/Savitree Amitapai. Sebelumnya, pasangan asal Thailand itu menghentikan kiprah Flandy Limpele/Lotte Jonathans.

Langkah Nova/Lily ini mengikuti hasil yang dipetik ganda campuran lainnya, Muhammad Rijal/Debby Susanto, yang sebelumnya menundukkan ganda Selandia Baru, Joe Wu/Danielle Barry, dengan 21-7, 21-10.

Di ganda putra, pasangan Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan tanpa kesulitan mengempaskan ganda Australia, Ross Smith/Glenn Warfe, dengan skor 21-11, 21-9.

Sayangnya di nomor ganda putri, pasangan Dwi Agustiawati/Ayu Rahmasari kandas di babak pertama setelah kalah 11-21, 9-21 di tangan unggulan kelima asal Korea Selatan, Kim Min Jung/Lee Hyo Jung.

Senin, 21 Juni 2010

Sony Juara, Nova/Lily Gagal

Dunia Sports - Kontingen Indonesia berhasil membawa pulang satu gelar dari Singapura Terbuka Super Series lewat Sony Dwi Kuncoro. Sayang, ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir gagal.

Sony yang bermain menghadapi pebulutangkis Thailand Boonsak Ponsana di Singapore Indoor Stadium, Minggu (20/6/2010), menang 21-16, 21-16 dalam pertarungan berdurasi 45 menit.

Di set pertama, Sony selalu mimimpin setelah skor 1-1. Sempat unggul 5-1, Sony terkejar di posisi 7-6. Unggulan ketujuh itu lantas menjauh lagi jadi 12-8, 17-9 dan akhirnya menutup set pembuka 21-16.

Pertarungan di set kedua berlangsung lebih ketat karena terjadi susul menyusul angka hingga posisi 9-9 dan 13-13. Pada akhirnya, Sony lebih baik dengan menang 21-16.

Sayangnya sukses Sony gagal diikuti oleh Nova/Lily yang menghadapi Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Unggulan satu itu takluk 12-21, 15-21 dari lawannya yang unggulan kedua.

Nova/Lily sangat keteteran di set pembuka. Tertinggal 2-4 di awal, perolehan angka Nova/Lily semakin jauh dari lawan di posisi 10-3. Tanpa banyak kesulitan, Laybourn/Rytter Juhl menutup set pertama dengan 21-12.

Di set kedua, Nova/Lily memberikan perlawanan lebih baik. Namun setelah kejar-mengejar angka hingga 7-7, Nova/Lily tertinggal 7-10. Laybourn/Rytter Juhl pun tak terkejar dan menang 21-15

Jumat, 26 Maret 2010

Maria Kristin Bakal Absen di Asian Games

Pebulutangkis putri, Maria Kristin Yulianti terancam batal tampil pada Asian Games 2010 di Guangzhou, China. Nama tunggal putri andalan Indonesia ini ternyata tidak terdaftar dalam 20 atlet bulutangkis peserta Asian Games. Sementara barisan tunggal putri Indonesia sendiri akan diisi Adriyanti Firdasari, Maria Febe Kusumawati, Aprilia Yuswandari, dan Linda Weni.

Menurut sang pelatih, Marlev Mario Maniaky di Jakarta, Kamis (25/3/2010), timnya saat ini masih mencari pemain terbaik untuk diturunkan pada kejuaraan yang berlangsung November mendatang. Berdasarkan peringkat Maria memang mengalami kemerosotan akhir-akhir ini ke urutan 44 dunia.

"Mengenai hal itu, menurut saya saat ini masih tahap awal penentuan. Masih ada tiga tahapan lagi yang harus dilalui tim ini sebelum Asian Games berlangsung. Tapi saat ini, kami akan memberi kesempatan pada pemain muda agar lebih bersemangat dan percaya diri.

 Namun mantan pemain nasional ini berujar tidak menutup kemungkinan bagi Maria untuk bisa bergabung dalam tim Asian Games. "Ini berarti Maria harus tampil lebih baik untuk membuktikan prestasinya," tandas Marlev.

Minggu, 21 Maret 2010

Peter Gade Tersingkir, China Pastikan Dua Gelar

China memastikan membawa pulang dua gelar dari turnamen bulu tangkis Swiss Terbuka Super Series. Nomor tunggal putri dan tunggal putra akan menjadi milik raksasa bulu tangkis dunia tersebut, setelah mereka menciptakan all-Chinese final pada partai puncak Minggu (21/3/10).

Tunggal putri Jiang Yanjiao mengikuti jejak Wang Shixian, yang lebih dulu menyegel tiket partai puncak turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut. Unggulan dua ini tak kesulitan menundukkan pemain Korea Selatan Bae Youn Joo dengan straight set 21-9, 21-8 dalam waktu 32 menit.
Dengan demikian, Yanjiao akan menghadapi Shixian, unggulan enam yang menyingkirkan pemain Rusia Ella Diehl dengan 21-13, 21-10.

Sementara itu di sektor tunggal putra, unggulan delapan Chen Long menghentikan laju pemain veteran Denmark, Peter Hoeg Gade. Dalam pertarungan berdurasi 58 menit, Chen Long menang straight set 22-20, 21-17.
Di partai puncak, Chen Long akan dengan Chen Jin. Unggulan ketiga ini lebih dulu menapaki final usai menang 21-15, 21-6 atas kompatriotnya Du Pengyu.

Kemenangan Chen Long ini menjadi partai balas dendam China atas Peter Gade. Pasalnya, unggulan lima ini lebih dulu menyingkirkan pemain nomor satu "Negeri Tirai Bambu", Lin Dan, di perempat final, yang membuat dirinya sebagai satu-satunya pemain non-China yang tampil di babak empat besar tunggal putra.

Dalam pertarungan di Jakobshalle, Basel, Sabtu (20/3/10) malam waktu setempat atau Minggu (21/3) dinihari WIB, Peter Gade mengawalinya dengan sangat meyakinkan. Di set pertama, pemain berusia 33 tahun ini terus memimpin perolehan angka, bahkan unggul jauh atas Chen Long, saat kedudukan 18-12.

Namun, pelan tapi pasti Chen Long mulai mengejar. Tujuh poin yang diraih secara beruntun membuat Chen Long bisa menyusul, dan memimpin jalannya pertandingan hingga memenangkan set itu dengan 22-20.

Di set kedua, Chen Long tak terbendung lagi. Selepas skor 1-1, Chen Long terus menjauh sehingga sulit bagi Peter Gade untuk mengejarnya. Alhasil, Chen Long mengakhiri set kedua dengan 21-17, sekaligus memastikan diri ke final untuk bertemu Chen Jin, yang membuat China menyegel gelar nomor tunggal putra.

Selain sektor tunggal putri dan tunggal putra, China masih berpeluang menambah satu gelar. Pasalnya, mereka juga menempatkan satu wakilnya di final ganda putri, setelah unggulan ketujuh Tian Qing/Yu Yang menang 21-12, 21-15 atas unggulan ketiga dari Taiwan Chen Wen Hsing/Chien Yu Chin. Di final, Tian/Yu akan menghadapi unggulan kelima dari Jepang Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna, yang menyingkirkan unggulan delapan dari Korsel Ha Jung Eun/Lee Kyung Won.

Korsel pastikan gelar ganda campuran
Tidak hanya China yang sudah pasti membawa pulang gelar dari Swiss. Korsel pun berhasil menciptakan all-Korean final di nomor ganda campuran, di mana akan berhadapan unggulan kedua Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, yang ditantang "adik"nya Shin Baek Cheol/Yoo Hyun Young. Pasangan muda Korsel ini lolos setelah membuat kejutan dengan menaklukkan unggulan ketiga dari Denmark yang tahun lalu menjadi juara dunia, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, dengan 12-21, 21-15, 24-22.

Korsel masih berpeluang menambah satu gelar di sektor ganda putra karena pasangan Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong melangkah ke final usai mengalahkan pasangan Jepang Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata dengan straight set 21-13, 21-13. Tetapi di partai puncak, mereka akan menjalani misi sulit karena bertemu unggulan utama dari Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, yang menang 21-13, 28-26 atas unggulan empat dari Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Jumat, 19 Maret 2010

Indonesia Tak Tersisa di Swiss Super Series

Tak ada satu pun pebulutangkis asal Indonesia yang mampu melewati babak kedua turnamen Swiss Super Series. Taufik Hidayat dan Dionysius Hayom Rumbaka turut tumbang.

Taufik dan Hayom adalah dua pebulutangkis asal Indonesia yang bertahan hingga babak kedua karena kemarin, rekan-rekan mereka di nomor lain satu per satu bertumbangan.

Di pertandingan babak kedua yang berlangsung di St Jakobshalle, Basel, Jumat (19/3/2010) dinihari WIB, Hayom berhadapan dengan unggulan kedelapan, Chen Long dari China.

Chen yang merupakan unggulan ke-8 menang 21-12 di set pembuka. Hayom yang baru berusia 21 tahun dapat merebut set kedua dengan 21-17, tapi kekalahan 15-21 di set terakhir menumpas mimpinya lolos ke perempatfinal.

Kegagalan juga ditemui senior Hayom, Taufik Hidayat. Unggulan ketiga itu secara mengejutkan ditumbangkan pemain yang merangkak dari kualifikasi, Kazushi Yamada.

Di set pertama, Taufik selalu tertinggal dari Yamada. Di pertengahan set, Yamada ungggul 9-4, lalu memperlebarnya jadi 18-11. Yamada akhirnya merebut set ini dengan 21-15.

Permainan Taufik tak juga membaik di set kedua. Sempat berkejaran hingga skor 4-4, Yamada lantas melepaskan diri dengan memimpin 15-5 dan kemudian menyudahi laga dengan 21-12 dalam waktu total 33 menit.

Kegagalan di Swiss Super Series ini mengekor kegagalan para pemain Indonesia di turnamen bergengsi All England pekan silam. Saat itu, Indonesia juga tidak berhasil membawa pulang satu gelar pun.

Kamis, 18 Maret 2010

Cuma Taufik & Hayom yang Bertahan

Tak ada pemain-pemain pelatnas Cipayung yang mewakili Indonesia di turnamen Swiss Terbuka Super Series. Dari yang sedikit itu, cuma dua tunggal putra yang bertahan.

Dalam pertandingan babak pertama yang digelar di St Jakobshalle, Basel, Kamis (18/3/2010) dinihari WIB, ada lima pemain/pasangan yang membawa nama Indonesia.

Dionysius Hayom Rumbaka menjadi pemain Indonesia pertama yang turun. Menghadapi Eric Pang asal Belanda, pemuda 21 tahun asal Yogyakarta itu menang 21-14 21-16.

Hayom akan ditemani oleh seniornya, Taufik Hidayat. Taufik yang diunggulkan di tempat keempat di turnamen ini menghabisi pemain Ukraina, Dmytro Zavadsky, dengan 21-18 19-21 21-12.

Namun langkah Hayom menemui tantangan berat karena di babak kedua ia ditunggu unggulan 8 asal China, Chen Long. Sementara Taufik akan meladeni pemain Jepang, Kazushi Yamada.

Keberhasilan dua pemain tunggal putra ini tidak diikuti oleh singelar putri, Maria Febe Kusumastuti. Maria Febe takluk 21-17, 11-21, 15-21 atas Ella Diehl dari Rusia melalui laga sepanjang satu jam.

Yang menyedihkan, kekalahan juga dialami oleh dua ganda putra Indonesia dari lawan yang secara kualitas ada di bawahnya.

Unggulan 5 Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan langsung tumbang karena dikalahkan Adam Cwalina/Michal Logosz dengan 19-21, 17-2. Sedangkan unggulan 3 Markis Kido/Hendra Setiawan dipecundangi Chen Hung Lin/Lin Yu Lang, 19-21, 18-21.

Pemain-pemain Indonesia yang turun di Swiss Super Series adalah pemain yang berangkat dengan biaya sendiri. Pemain pelatnas tidak mengikuti turnamen ini karena miskomunikasi perihal akomodasi di Basel.

Sabtu, 13 Maret 2010

Kido/Hendra Kian Dekat dengan Impiannya

Indonesia menempatkan dua wakilnya di semifinal turnamen klasik All England Super Series. Ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan yang terakhir memastikan tempat di babak empat besar tersebut, setelah menang straight set 21-17, 21-11 atas pasangan Malaysia, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah, dalam duel di National Indoor Arena Birmingham, Inggris, Jumat (12/3/2010) malam waktu London, atau Sabtu (13/3/2010) pagi WIB.
Keberhasilan ini membuat Kido/Hendra semakin dekat dengan mimpi mereka untuk merengkuh gelar pertama All England. Ganda terkuat Tanah Air tersebut berambisi mengakhiri penantiannya di sini untuk melengkapi koleksi gelar paling bergengsi setelah menjuarai Olimpiade Beijing 2008 dan Kejuaraan Dunia.

Sebelumnya, satu wakil Indonesia juga menempatkan diri di semifinal turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut. Ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir, yang merupakan unggulan kedua, lolos setelah mengalahkan pasangan tuan rumah, Nathan Robertson/Jenny Wallwork, dengan 21-18, 21-19.

Di babak empat besar pada Sabtu malam ini, Kido/Hendra yang merupakan unggulan ketiga akan menghadapi pasangan Denmark, Lars Paaske/Jonas Rasmussen. Ini akan menjadi partai sulit bagi mantan pasangan Pelatnas Cipayung tersebut karena meskipun non-unggulan, Paaske/Rasmussen telah menunjukkan prestasi yang membanggakan dengan lebih dulu menyingkirkan unggulan utama asal Malaysia, Koo Kean Keat/Tan Boon Heong, di babak pertama, sebelum menyingkirkan ganda Malaysia lainnya, Gan Teik Chai/Tan Bin Shen, di perempat final.

Lawan berat juga akan dihadapi Nova/Liliyana karena bertemu dengan unggulan ketiga asal Korea Selatan, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, yang lolos ke semifinal setelah menang 21-19, 21-17 atas pasangan Inggris, Anthony Clark/Heather Olver. Duel ini akan menjadi ulangan final Olimpiade Beijing 2008, di mana Nova/Liliyana kalah.

Dalam babak perempat final All England ke-100 ini, Indonesia menempatkan lima wakil. Sayang, tiga lainnya gagal maju ke semifinal. Ganda campuran Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, ganda putri Greysia Polii/Meiliana Jauhari, dan tunggal putra Taufik Hidayat gagal melewati adangan musuh-musuh mereka.

Sementara itu, China menempatkan para wakilnya di semua nomor. Bahkan, untuk sektor ganda putri "Negeri Tirai Bambu" ini sudah pasti meraih gelar karena dalam dua partai semifinal ini sudah terjadi pertarungan sesama pemainnya, yang berarti mereka juga akan menciptakan all-Chinese final.

- Jadwal semifinal, Sabtu (13/3/2010):

Tunggal putra
(1) Lee Chong Wei (Malaysia) vs (5) Peter Hoeg Gade (Denmark)
Kenichi Tago (Jepang) vs (6) Bao Chunlai (China)

Tunggal putri
(1) Wang Yihan (China) vs (5) Wang Xin (China)
(7) Saina Nehwal (India) vs Tine Rasmussen (Denmark)

Ganda putra
(4) Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) vs (7) Guo Zhendong/Xu Chen
Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark) vs (3) Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia)

Ganda putri
(1) Du Jing/Yu Yang (China) vs Pan Pan/Tian Qing (China)
(3) Cheng Shu/Zhao Yunlei (China) vs (2) Ma Jin/Wang Xiaoli (China)

Ganda campuran
Zhang Nan/Zhao Yunlei (China) vs (4) He Hanbin/Yu Yang (China)
(3) Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korsel) vs (2) Nova Widianto/Liliyana Natsir

Selasa, 09 Maret 2010

Indonesia di Grup Ringan

Tim Thomas Indonesia menempati unggulan kedua pada putaran final Piala Thomas 2010 di Malaysia, 9-16 Mei. Hasil undiannya pun cukup menguntungkan karena bertemu lawan yang ringan, sehingga Indonesia optimistis bisa melewati penyisihan grup.

"Undiannya agak mendingan, menghadapi India rasanya tidak masalah," ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh di Jakarta, Senin (8/3/10).

Hasil pengundian yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, menempatkan Indonesia yang menjadi unggulan kedua berada di Grup D bersama India dan Australia.

Putaran final Piala Thomas diikuti 10 negara yang lolos kualifikasi ditambah juara bertahan China dan tuan rumah Malaysia. Ke-12 negara tersebut dibagi dalam empat grup yang masing-masing terdiri atas tiga negara.

China yang menjadi unggulan pertama berada di Grup A bersama Korea dan Peru, sedang tuan rumah Malaysia di Grup B dengan Jepang dan Nigeria. Adapun Grup C dihuni tim-tim perwakilan dari Eropa yakni Denmark, Jerman dan Polandia.

Juara dan runner-up masing-masing grup lolos ke babak perempat final.

Diundi kembali
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, pada turnamen kali ini, tim-tim yang lolos ke babak sistem gugur (perempat final) akan diundi kembali berdasarkan peringkat dunia terbaru yang dikeluarkan menjelang pengundian.

"Kalau pada babak sistem gugur diundi kembali, akan sulit memprediksi siapa lawan yang akan dihadapi karena juara dan runner-up grup posisinya nol lagi," kata Lius.

Sebelumnya, pada babak perempat final, juara dan runner-up setiap grup langsung dipertemukan secara silang dengan juara dan runner-up grup lainnya.

"Jika diundi lagi risikonya besar, kita (Indonesia) bisa bertemu tim China lebih awal jika tidak menjadi unggulan kedua (lagi). Kalau menjadi unggulan kedua, harapannya bisa bertemu China di final," katanya.

Ditanya mengenai tim yang akan diturunkan, Lius mengatakan, masih akan dirapatkan oleh pengurus PB PBSI karena batas waktu penyerahan nama-nama tim adalah pada 23 April.

Sementara itu tim Piala Uber Indonesia yang menjadi unggulan keempat berada di Grup B bersama Denmark dan Australia. Dilihat dari peta kekuatan, peluang Adriyanti Firdasari dan kawan-kawan untuk lolos juga tinggi karena seharusnya Australia bisa diatasi.

- Hasil undian
Piala Thomas:
Grup A: China, Korea, Peru
Grup B: Malaysia, Jepang, Nigeria
Grup C: Denmark, Jerman, Polandia
Grup D: Indonesia, India, Australia
  
Piala Uber:
Grup A: China, Malaysia, AS
Grup B: Indonesia, Denmark, Australia
Grup C: Jepang, Rusia, Jerman
Grup D: Korea, India, Afrika Selatan

Jumat, 26 Februari 2010

Hasil Sempurna Thomas & Uber Indonesia


Tim Thomas Indonesia belum tersentuh kekalahan selama menjalani babak kualifikasi Zona Asia. Taufik Hidayat dkk kembali meraih kemenangan setelah menumbangkan tuan rumah Thailand 3-0 di Nakhon Ratchasima SportComplex, Kamis (25/2/2010).

Taufik dkk memang tak memiliki hambatan serius meski mendapat tekanan pendukung tuan rumah. Buktinya, tunggal putra pertama Indonesia Taufik membungkam jagoan Thailand Saensomboonsuk Tanongsak 21-15, 21-19.

Indonesia kembali unggul setelah pasangan Markis Kido/Alvent Yulianto tak kerepotan menyudahi perlawanan pasangan Chalardchaleam Patipat/ Lapoe Thitipong melalui dua game 21-12, 21-16. Sementara Sony Dwi Kuncoro menutup kemenangan Tim Thomas Indonesia setelah mengalahkan Avihingsanon Suppanyu 21-10, 21-12.

Pelatih Tunggal Putra Pelatnas Cipayung Agus Dwi Santoso menegaskan kemenangan pihaknya tak lepas dari komposisi Thailand yang tak menurunkan amunisi penuh di babak kualifikasi. Itu terbukti dengan absennya tunggal putra terbaik mereka Boonsak Ponsana.

Tapi, di luar itu, dia bersyukur Thomas Indonesia belum mengalami kesulitan berarti. “Kami berharap akan terus mendapatkan hasil positif hingga akhir babak kualifikasi ini. Kami optimistis akan mewujudkannya jika merujuk hasil bagus anak-anak sejauh ini,” ujar Agus melalui sambungan internasional, Kamis (25/2/2010).

Sementara Tim Uber Indonesia juga memastikan kemenangan setelah menggulung Thailand 3-0. Adrianti Firdasari pertama kali menyumbang poin Indonesia setelah mengandaskan Ratchanok Inthanon 21-10, 29-27. Poin kedua Indonesia dipersembahkan pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari usai menumbangkan pasangan Amitapai Savitree/Munkit Vacharaporn 21-16, 21-17.

Tunggal putri kedua Indonesia Maria Kristin Yulianti menyempurnakan kemenangan Merah Putih setelah melibas Jindapon Nichaon melalui rubber game 21-13, 16-21, 21-10.

Pelatih Tunggal Putri Pelatnas Cipayung Marleve Mainaky menjelaskan kualitas anak asuhnya lebih baik ketimbang tuan rumah. Tapi, dia tak ingin Maria Kristin dkk terlalu jumawa atas kemenangan tersebut.

“Kami ingin mereka kembali fokus, apalagi pertandingan ini belum sepenuhnya selesai. Kami berharap performa bagus ini akan dipertahankan hingga lolos ke babak utama di Malaysia,” kata Marleve.

Jumat, 12 Februari 2010

Tim Thomas Indonesia

Tim Piala Thomas Indonesia berpeluang besar melewati adangan pertama pada kualifikasi zona Asia. Dari undian yang dilakukan di Bangkok, Thailand, Indonesia yang merupakan unggulan pertama tergabung di Grup A bersama Vietnam dan Singapura. Grup ini relatif ringan.
Melihat hal tersebut, Manajer Tim Piala Thomas Indonesia, Yacob Rusdianto, mengatakan bahwa undian itu tidak mengkhawatirkan dan yakin tim putra bisa lolos kualifikasi. Pasalnya, "Pasukan Garuda" terhindar dari pertemuan dini dengan Korea Selatan yang di luar dugaan tidak masuk tim unggulan.
"Tadinya kami khawatir kalau berada dalam satu grup dengan Korea. Karena hanya juara grup saja yang maju ke babak berikutnya, peluang kita agak berat," kata Yacob yang ditemui di sela-sela simposium Mengembalikan Kejayaan Bulu Tangkis Indonesia di Jakarta, Kamis.
"Dengan pengundian seperti itu, kami tidak khawatir dengan tim putra, apalagi setelah babak pertama masih akan disilang dengan grup lain," katanya.
Sepuluh negara peserta lainnya terbagi dalam tiga grup dengan unggulan kedua, Jepang, yang berada di Grup D bersama Korea dan Laos. Dari masing-masing grup akan diambil dua tim terbaik untuk maju ke perempat final. Caranya, juara Grup A dipertemukan dengan runner-up Grup B. Sebaliknya, juara Grup B bertemu runner-up Grup A. Begitu juga dengan Grup C dan D.
Setelah itu, empat tim yang menang maju ke semifinal dengan juara dan runner-up langsung lolos ke putaran final Piala Thomas yang akan berlangsung di Malaysia pada 9-16 Mei nanti. Sementara itu, semifinalis yang kalah akan diadu untuk menentukan tim ketiga yang maju ke putaran final.
Sementara itu, Kasub Bid Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata menegaskan, tim Indonesia harus terus meraih kemenangan agar perjalanan selanjutnya tidak ditentukan oleh tim lain.
"Kita tidak boleh kalah agar tidak ditentukan oleh negara lain. Saya yakin tim bisa menjadi juara grup maupun meraih kemenangan saat pertandingan silang," katanya.
Grup B kualifikasi Piala Thomas dihuni tim Taiwan, Hongkong dan Filipina. Adapun dalam Grup C terdapat India, Thailand, Sri Lanka, dan Kamboja.
Kualifikasi zona Asia akan digelar dua pekan lagi, tepatnya 22-28 Februari di Thailand.
Seperti sudah jadi kebiasaan tim indonesia mengamnggap remeh tim lawan seperti yang di ungkapkan Yacob Rusdianto di atas padahal belum tentu tim yang tidak jadi unggulan bisa kalah dengan mudah. Bukankah hal ini sudah sering terjadi kita menghadapi tim ringan tapi terbukti kadang masih kalah. YA kita tunggu aja nanti hasilnya semogs tim kits bisa menang dengan mudah seperti yang di harapkan.

Followers

  © Design Templates 'sports' by fathony cah ponorogo 2010

Back to TOP