Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch
Tampilkan postingan dengan label liga indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liga indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Juli 2010

Sergio van Dijk Akan Masuk Timnas Indonesia

Akankah impian Sergio van Dijk untuk berkostum Merah-Putih akhirnya terwujud?

Pemain blasteran Belanda-Indonesia ini sudah sejak lama ingin bergabung ke dalam skuad timnas. Namun langkahnya menuju Senayan selalu terhambat. Masalah kewarganegaraan ganda menjadi kendala, tapi di sisi lain Rahim Soekasah yang menjabat ketua BTN tahun lalu tak pernah menelusuri ambisi Sergio, sama halnya dengan pelatih timnas kala itu, Benny Dolo.Timnas pun melempem ketika gagal mencapai Piala Asia untuk pertama kalinya sejak 1992, bahkan skuad U-23 di SEA Games XXV keok di tangan tuan rumah Laos. Alhasil, Bendol dipecat, dan Rahim Soekasah dianggap sebagai figur yang paling bertanggungjawab atas merosotnya prestasi timnas, sehingga PSSI pada April lalu menunjuk Iman Arif sebagai ketua BTN yang baru. Sementara itu di A-League [Liga Utama Australia], Sergio menjadi salah satu topskor dua musim berturut-turut bersama klub Brisbane Roar.

Iman yang juga direktur utama Sekolah Sepakbola Arsenal di Indonesia menginginkan angin perubahan di tubuh timnas. Selain mendukung Alfred Riedl sebagai pelatih baru, Iman juga kembali membuka pintu bagi Sergio untuk bergabung ke timnas.

Menurut rencana, hari ini atau besok Sergio dijadwalkan untuk bertemu dengan Iman, Riedl dan kemungkinan juga wakil ketua umum PSSI Nirwan Dermawan Bakrie.

Sergio tentunya gembira menyambut lampu hijau yang dinyalakan BTN. Kabarnya, Sergio telah mendapat izin dari klub barunya, Adelaide United, untuk segera terbang ke Jakarta sebelum A-League musim 2010/11 dimulai pada 6 Agustus mendatang.

"Saya ingin sekali ke Jakarta dan berharap semuanya berjalan lancar supaya saya masuk tim nasional Indonesia," ujar Sergio saat dihubungi GOAL.com melalui ponsel.

Hal terpenting bagi Sergio adalah masalah kewarganegaraan. Menurut agennya, seharusnya Sergio bisa memperkuat Garuda meskipun warga negaranya adalah Belanda. Ini bisa terjadi lantaran orangtua Sergio berasal dari Indonesia.

"Saya tidak bisa melepas warga negara Belanda karena alasan keluarga. Sebenarnya saya tidak perlu melepasnya. Menurut agen saya yang baru lulus ujian agen pemain FIFA enam bulan lalu, jika seorang pemain memiliki orangtua atau kakek-nenek dari negara lain, ia berhak bermain untuk negara itu," katanya.

"Suatu saat saya ingin pensiun dan kembali ke Belanda, karena inilah keinginan keluarga, dan keluarga adalah prioritas utama," tambahnya.

Sabtu, 17 April 2010

PSM Makasar Berhasil Tekuk 2-1 Persiram Raja

Tim Sepakbola PSM Makassar berhasil memetik poin penuh saat melayani Persiram Raja Ampat dalam laga Piala Indonesia 2010, Sabtu (17/4/2010) di Stadion Mandala Jayapura Papua dengan skor 2-1 (1-0). Gol PSM dilesakkan Asri Akbar (11) dan penalti Osvaldo Morero (60). Sedangkan striker andalan Persiram, Titus Jhon Bonay baru dapat menyarangkan bola ke gawang Rahman di menit ke-10.
Asisten Pelatih PSM Makassar, Toni Ho mengaku sudah mengantongi strategi permainan Persiram. "Kami sudah pelajari Persiram yang biasa melalui sayap," ujarnya.
Pelatih Persiram Raja Isa mengaku sangat puas dengan permainan anak-anaknya meski harus menerima kekalahan. Ia mengatakan Persiram meski masih berada di divisi utama (PSM berada di Liga Super Indonesia), namun berhasil memberikan perlawanan baik. "Kami menerima kekalahan sebagai uji coba. Masih ada dua pertandingan lagi (melawan Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena), saya yakin dapat mengambil poin," ucapnya.
Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Sapari ini menghadiahkan kartu kuning untuk pemain PSM Asri Akbar (35) dan pemain Persiram Ahmad Amirudin (12).
Dalam pertandingan ini peluang menyarangkan gol banyak diperoleh Persiram. Namun, peluang-peluang itu tak dapat diselesaikan oleh para pemain depannya. Pertandingan di Stadion Mandala ini akan dilanjutkan oleh laga Persipura melawan Persiwa.

Jumat, 26 Maret 2010

Persija Nyaris Dipermalukan Persib

Persija Jakarta nyaris dipermalukan untuk kedua kalinya berturut-turut di hadapan publiknya sendiri setelah bermain imbang 2-2 melawan Persib Bandung pada derby d'Indonesia Superliga Indonesia 2009/10 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Tambahan satu poin ini tidak mengubah posisi Persib di klasemen sementara. Maung Bandung tetap bertahan di posisi keempat dengan nilai 43 dari 25 pertandingan. Sedangkan Persija yang menempati peringkat keenam mengumpulkan nilai 36 dari 23 laga.

Dalam pertandingan ini, Persib sempat memberikan ancaman di menit awal. Maung Bandung mendapat peluang emas melalui Eka Ramdhani pada menit keenam, namun tendangan keras kaki kirinya masih bisa dibendung kiper Roni Tri Prasnanto.

Persija mulai bangkit, dan berbalik melakukan tekanan ke pertahanan Persib. Sejumlah peluang berhasil didapat tim Macan Kemayoran, namun semuanya bisa dipatahkan kiper Markus Haris Maulana yang tampil cemerlang di babak pertama.


Pada menit kesembilan, Firman Utina yang mendapat umpan dari Aliyudin melepaskan tendangan keras ke arah gawang Persib. Markus dengan sigap menepis bola, sehingga si kulit bundar hanya membentur tiang gawang.

Satu menit kemudian, Persija kembali mendapatkan peluang. Kali ini melalui Bambang Pamungkas. Bambang yang berdiri cukup bebas gagal memanfaatkan peluang itu, sehingga tendangannya masih melebar di atas mistar gawang.

Menjelang babak pertama usai, Persija kembali mendapatkan peluang melalui M Ilham. Lagi-lagi penampilan cemerlang Markus berhasil mematahkan peluang dari tendangan keras kaki kanan Ilham.

Di babak kedua, kendali permainan masih berada di tangan Persija. Tim tamu lebih sering menunggu di barisan belakang sambil sesekali melakukan serangan balik. Kendati demikian, taktik ini berjalan efektif.

Pada menit ke-53, Cristian 'El Loco' Gonzalez mendapatkan peluang emas. Kesalahan Baihakki Kaizan yang membiarkan bola di depan gawang Persija dimanfaatkan Gonzales. Sayang, tendangan striker Persib ini masih melambung di atas mistar gawang.

Tujuh menit kemudian El Loco membayar kegagalannya tersebut. Berawal dari tusukan Airlangga Sutjipto yang lolos dari perangkap off-side, mantan striker Persija ini memberikan umpan kepada El Loco. Kendati mendapat pengawalan dari Leonard Tupamahu, penyerang asal Uruguay ini berhasil menjebol gawang Roni Tri.

Pelatih Benny Dollo menarik keluar Bambang Pamungkas yang tidak efektif, dan memasukkan Emalue Serge. Kehadiran Serge membawa pengaruh bagi Macan Kemayoran. Umpan silang Serge ditanduk dengan sempurna oleh Aliyudin untuk menjebol gawang Markus pada menit ke-77.

Persib akhirnya unggul setelah mendapat hadiah penalti empat menit menjelang laga berakhir. Penalti diberikan wasit Olehadi akibat pelanggaran handsball yang dilakukan Ismed Sofyan di kotak terlarang. El Loco sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Bek Abanda Herman tampil sebagai penyelamat Persija di masa injury time. Memanfaatkan umpan tendangan bebas Ismed, Abanda menyarangkan bola ke jala Markus. Skor imbang ini mengakhiri derby d'Indonesia.

Selasa, 23 Maret 2010

Cedera Paksa Hilton Pulang ke Brasil

Teka-teki cedera lutut penyerang Persib Bandung, Hilton Morera, terjawab sudah. Terdapat robekan parsial pada jaringan ikat di lutut kanan, tepatnya pada ligamentum collateral medial dan ligamentum cruciatum posterior. Untuk memulihkan lukanya, Hilton berencana kembali ke Brasil.
"Menurut rencana, hari Rabu (24/3/2010), dia akan bertolak kembali ke Brasil," ujar dokter Tim Persib, Rafi Ghani, Selasa (23/3/2010).
Keputusan Hilton untuk kembali, ujar Rafi, lebih disebabkan untuk menjalani terapi pengobatan yang lebih intens. Secara psikis, Hilton tidak akan terbebani pikiran mengenai absennya pemain bernomor punggung 10 itu. Waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan luka Hilton diperkirakan hingga tiga bulan.
Dengan demikian, Hilton sudah pasti absen membela Persib hingga musim kompetisi 2009/2010 usai. Sebelumnya, pelatih Persib Jaya Hartono maupun Manajer Tim Umuh Muchtar menegaskan bahwa Hilton hanya absen satu hingga dua pertandingan saja.
Hilton mengalami cedera pada laga Persib melawan Persema Malang di Stadion si Jalak Harupat, (17/3/2010). Pada menit ke-31, dia bertabrakan dengan pemain belakang Persema, Seme Pierre Patrick. Hingga kini, "Maung Bandung" masih memiliki lima laga tandang yang harus dilakoni. Salah satu laga terdekat adalah menghadapi Persija Jakarta pada Kamis lusa di Jakarta.

Senin, 22 Maret 2010

Kerusuhan Sepak Bola Mencemaskan

Kerusuhan suporter cenderung meningkat dan semakin anarkistis. Pemicunya cukup kompleks, mulai dari fanatisme berlebihan kepada klub, soal wasit, kinerja panitia pertandingan, hingga minimnya sarana ekspresi suporter.

Demikian pengamatan dan rangkuman pendapat para suporter di sejumlah daerah, Jumat (19/3). Dalam lima bulan terakhir, kerusuhan suporter meledak di sejumlah tempat di Tanah Air, seperti Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, Surabaya, Solo, dan Makassar. Kekerasan suporter itu sudah di luar nalar dan akal sehat. Mereka pergi menonton sepak bola seperti akan berangkat tawuran, dengan membawa senjata tajam.

Polisi, misalnya, menahan 15 dari 38 suporter Persija, ”The Jakmania”, saat Persija kalah dari tamunya, Persipura. ”Kalau ada suporter yang melanggar hukum, kami dukung polisi. Sekali dibiarkan, mereka akan berulah lagi,” ujar Rico Rangga Mone, Ketua Harian Jakmania.

Pendukung Persebaya alias bondo nekat (bonek) memiliki slogan yang amat mengerikan, ”Salam Satu Nyali. Wani!” Slogan ini sengaja dibuat untuk memotivasi bonek agar lebih berani dan nekat membela timnya.

Kenekatan, kata Pembina Yayasan Suporter Surabaya (YSS) Wastomi Suhari, menjadi pilihan para bonek, bahkan ketika tahu nyawa merekalah taruhannya. ”Bagi anak-anak muda pendukung Persebaya, semakin banyak luka yang mereka punya semakin bangga mereka,” kata Wastomi.

Selain faktor fanatisme suporter kepada klubnya, kinerja panitia pertandingan turut memengaruhi perilaku suporter. Sekretaris Jenderal Bomber Persib Nefi Effendi dan Ketua Viking Persib Heru Joko menyoroti kurang maksimalnya kinerja panitia dalam mempersiapkan sebuah laga. Heru mengeluhkan orientasi panitia penyelenggara pertandingan yang lebih mengejar keuntungan semata dan mengabaikan pelayanan kepada penonton.

Lemahnya kinerja panitia pertandingan itu terlihat saat Persik Kediri menjamu Persib Bandung di Stadion Brawijaya, Kediri, 9 Februari. Saat itu seorang suporter tewas terjatuh dari tembok tribun stadion dan empat orang lainnya luka serius. Sebelum jatuh dan tewas, korban berkelahi dengan sesama suporter Persik atau ”Persikmania”.

Perkelahian dipicu oleh kondisi stadion yang sesak karena diisi lebih dari 22.000 penonton atau melebihi kapasitas normal stadion yang hanya mampu menampung 15.000 orang. Membeludaknya penonton karena panitia menjual tiket melebihi kapasitas stadion dengan potongan setengah harga.

Kondisi infrastruktur stadion yang tidak layak ikut mempermudah suporter berbuat rusuh. ”Setiap pertandingan kandang kami selalu mengimbau dan memeriksa anggota untuk tidak membawa batu atau benda-benda berbahaya lainnya,” ujar Eko Satriyo, Wakil Sekretaris Jenderal Brajamusti, kelompok suporter fanatik PSIM Yogyakarta.

”Tetapi, saat di dalam stadion, mereka bisa mudah memperoleh batu dengan memecah ubin atau bagian-bagian stadion lain yang memang kondisi fisiknya memungkinkan untuk dijadikan batu,” ujar Eko. Pada 12 Februari saat PSIM menjamu PSS Sleman di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, meletus kerusuhan di dalam dan di luar stadion.
Sejumlah suporter mengatakan, awal mula kerusuhan itu hanya saling lempar botol air mineral, batu, dan saling ejek antarsuporter. Eskalasi kerusuhan meluas setelah polisi melepaskan tembakan gas air mata ke arah suporter. Puluhan orang dilaporkan terluka akibat gas air mata itu serta lebih dari 50 kendaraan roda dua dan empat rusak.

Menurut Eko, kerusuhan suporter bukan seratus persen kesalahan suporter. ”Ada sistem pembinaan sepak bola yang salah. Kalau sepak bola dijalankan sesuai dengan aturan, misalnya wasit adil dan profesional, saya yakin tidak akan ada keributan,” katanya.

”Semangat kompetisi sepak bola yang seharusnya berproses dari pembinaan menuju prestasi, sekarang menjadi terbalik, prestasi dulu baru pembinaan. Ini membuat banyak klub menempuh jalur instan untuk mencapai prestasi,” kata Eko.

Fenomena ”bonek”
Dari sekian kasus kerusuhan suporter, fenomena suporter Persebaya Surabaya atau biasa dikenal dengan sebutan bonek sangat menyita perhatian. Salah satu kerusuhan yang melibatkan mereka adalah saat mereka ingin menyaksikan laga tandang Persebaya melawan Persib di Soreang, Bandung, 23 Januari.

Meski Komisi Disiplin PSSI melarang bonek menonton laga itu, suporter Persebaya tetap berangkat ke Bandung. Sebagian besar naik kereta. Dalam perjalanan, mereka menganiaya wartawan di Solo dan menjarah pedagang kaki lima di Kulonprogo, Yogyakarta. Kerusuhan akibat lawatan bonek itu merenggut nyawa bonek karena terjatuh dari kereta dan menelan kerugian material lebih dari Rp 1 miliar.

Wastomi mengaku sewaktu kecil hidup menggelandang dari Malang ke Surabaya, meniru suporter lain. ”Biasanya yang anak belasan tahun berangkat ke stadion tanpa alas kaki, bergelantungan di mobil, dan manjat stadion. Saya juga begitu. Modalnya hanya nekat,” ungkapnya.

Para bonek juga terbiasa membohongi keluarganya guna menonton Persebaya bermain di kandang. ”Tentu waktu kecil harus berbohong karena enggak mungkin bilang ke orangtua. Mana ada orangtua kasih izin kalau tahu anaknya nekat,” ucap Fajar Isnu (24), yang sejak kecil sudah menonton Persebaya bermain kandang ataupun tandang.

Meskipun nekat, menurut Wastomi, bonek hanya bereaksi ketika diprovokasi. Pada kasus pelemparan batu di Solo, misalnya, Wastomi bersikukuh bahwa mereka diprovokasi sehingga akhirnya membalas lemparan batu. Kasus penjarahan oleh bonek juga umumnya dilakukan segelintir orang. Wastomi menyebutkan, ada juga kelompok yang hanya memanfaatkan kesempatan dengan menggunakan atribut bonek.

Bonek sendiri datang dari beragam profesi, seperti mahasiswa, wirausaha, dan pegawai negeri sipil. Di YSS, misalnya, setidaknya ada kelompok bonek mahasiswa, bonek motor, bonek Sawunggaling, dan bonek 89 yang diisi banyak penganggur.

Rabu, 17 Maret 2010

PSM Kandaskan Persik 5-3

Pertandingan PSM Makassar menghadapi Persik Kediri diwarnai hadirnya delapan gol. PSM akhirnya berhak keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 5-3.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Andi Matalatta, Makassar, Rabu (17/3/2010), itu, PSM unggul terlebih dahulu melalui gol Heru Nerli di menit 21.

Tiga menit berselang, pemain Korea Selatan Park Jung Hwan menambahkan skor sehingga PSM memimpi 2-0. Heru Nerli mencetak gol keduanya di menit 43 sehingga tim 'Juku Eja' memimpin 3-0 saat turun minum.

Memasuki babak kedua, penyerang PSM asal Paraguay, Osvaldo Moreno, menambah gol bagi timnya di menit 60. Dengan skor 4-0, PSM nyaris membalas dendamnya ketika dihantam dengan skor yang sama ketika bermain di Kediri di putaran pertama.

Pada menit 63, Persik mencetak satu gol balasan. Gol Persik dicetak penyerangnya asal China, Zang Shou, yang berhasil memperdaya pemain-pemain belakang PSM yang pertahanannya sudah mulai kendor.

Dua menit berikutnya, Persik memperkecil skor jadi 2-4. Gol kedua tim 'Macan Putih' ini diceploskan oleh gelandangnya yang berkebangsaan Turkmenistan, Mekan Nasirov.

Tersengat oleh dua gol cepat Persik, PSM bereaksi. Di menit 66 Osvaldo menceploskan gol keduanya ke gawang Persik yang dijaga Herman Batak, sehingga skor berubah menjadi 5-2.

Persik menjadikan skor akhir jadi 5-3 untuk keunggulan PSM setelah Zang mencetak gol keduanya di menit 74.

Asisten pelatih PSM Tony Ho mengaku kecerobohan anak-anak asuhnya karena merasa puas dengan keunggulan besar 4-0. Mereka dinilai Tony lengah menghalau serangan Persik yang tak kenal menyerah.

"Hal ini menjadi catatan penting yang akan selalu diingatkan bagi pemain pemain kami, agar tidak cepat puas dan cepat lengah ketika menang besar,” kata asisten pelatih kepala Tumpak Sihite itu.

Sementara, pelatih Persik, Agus Yuwono, mengakui timnya terlambat start dan juga telat memanaskan mesin serangannya yang mengandalkan Zang dan Saktiawan Sinaga.

"Biarpun kalah malam ini, yang pasti kami bisa mengurangi ketertinggalan dengan tiga gol dalam 15 menit, kami sangat bangga bermain malam ini di Mattoangin,” tandas Agus yang baru saja menggantikan Gusnul Yakin di putaran kedua Liga Super Indonesia

Selasa, 09 Maret 2010

Persipura Dibantai 0-9

Langkah Persipura Jayapura di Liga Champions semakin berat. Di matchday kedua, tim Mutiara Hitam dibantai sembilan gol tanpa balas oleh tim China, Changchun Yatai.

Laga antara Persipura kontra Changchun digelar di Changchun City Stadium, Selasa (9/3/2010) petang waktu setempat.

Gawang Persipura bobol untuk pertama kalinya akibat aksi Gao Jian di menit ke-24. Sepuluh menit berselang, Gao menambah perbendaharaan gol-nya. Semenit menjelang bubaran, gawang Tim Mutiara Hitam kembali jebol, kali ini oleh Johnny Lambert.

Di babak kedua, striker andalan Persipura Boas Solossa dimasukkan pelatih Jacksen F. Tiago. Namun sang juara liga Indonesia gagal mencetak gol.

Justru jumlah gol yang bersarang di gawang Yandri Pitoy meningkat dua kali lipat dibandingkan babak pertama.

Pesta tuan rumah diawali oleh gol kedua Lambert di menit ke-53. Lima menit berselang, Gao mencetak hat-trick-nya dalam laga ini dan membuat Persipura semakin terpuruk.

Seakan tak ingin kalah dengan rekannya, Lambert pun menciptakan hattrick hanya semenit setelah gol Gao.

Dua gol Liu Weidong di menit ke-66 dan 90 yang diselingi gol Wang Bo lima menit menjelang bubaran melengkapi penderitaan wakil Indonesia.

Ini merupakan kekalahan kedua yang dialami Persipura. Sebelumnya di matchday pertama Boas Solossa dkk. menyerah 1-4 dari Jeonbuk Motors dalam laga yang digelar di Jakarta, 23 Februari.

Hasil ini membuat Persipura makin tertanam di dasar klasemen sementara grup F dengan poin kosong

Rabu, 24 Februari 2010

Liga Champions Asia: 'Mutiara Hitam' Dibantai Jeonbuk 1-4

Persipura Jayapura mengawali keikutsertaanya di Liga Champions dengan kekalahan. Melawan juara Liga Korea, Jeonbuk Motors, Selasa (23/2/2010) malam WIB, 'Mutiara Hitam' dibantai dengan skor telak 1-4.

Dalam laga yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jeonbuk sudah unggul 2-0 di babak pertama lewat Kim Seung Yong dan Lovrak Kruno. Di babak kedua Kruno menambah dua gol lagi untuk mencetak trigol pertamanya di kompetisi ini.

Gol hiburan untuk juara bertahan ISL itu diciptakan Ian Louis Kabes.

Untuk sementara Persipura berada di posisi buncit Grup F. Jeonbuk ada di puncak klasemen. Kashima Antlers (Jepang) yang juga ada di grup ini menang 1-0 atas Changcun Yatau (China)

Susunan pemain

Persipura: Jandri Pitoy, Ricardo S, Bio Paulin, Kim Jong (Jack Komboy 50'), Gerald
Pangkali, Eduard Ivakdalam (Edison Ames 77'), Ortizan Solossa, Tinus Pae, Boaz
Solossa, Beto (Stevie Bonsapia 44'), Ian Kabes.

Jeonbuk: Kwon Suntae, So Sengjun, Jin Kyiungsun, Lee Yoha, Shin Kwanghoon, Kang Seung Jo(Lim Sanghyub 74'), Seo Jung Jin (Lovrek Kruno 23'), Kim Seung Yong, Jung Hoon, Luis Henrique, Sim Wooyeon (Lee Kwangjae 18').

Rabu, 10 Februari 2010

Sporter Persik Tewas

Lagi-lagi kabar buruk terdengar lagi dari dunia sepak bola kita, masih teringat jelas insiden yang belum  lama terjadi yang menimpa Bonek Mania sporter persebaya yang memakan korban jiwa, kini giliran sporter persik kediri  yang jadi korbanya. Saat pertandingan Persik Kediri melawan Persib Bandung, seorang suporter tim tuan rumah yang diketahui bernama Supar (31), warga Desa Bangsongan, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, tewas terinjak-injak oleh suporter lainnya setelah sebelumnya jatuh dari tribun.Selain itu, empat penonton lainnya juga harus dilarikan ke rumah sakit. Mereka ada yang luka karena terjatuh, menjadi korban tawuran sesama suporter serta korban pelemparan.
Terkait pemberian santunan, Ketua Panpel Persik Bambang Sumaryono mengatakan akan mengecek dulu. “Korban tewas ini merupakan kasus kedua pada Liga Super musim ini. Sebelumnya ada satu penonton yang tewas karena terjatuh saat memanjat pohon di luar sisi utara stadion,” ungkapnya.
Kalau sudah terjadi begini baru para pengurus bertindak dan saling menuding siapa yang salah, terus apa gunanya kalau semua sudah terjadi baru ada tindakan sampai kapan dunia bola kita akan terus begini dan akan mengintai korban berikutnya.

Selasa, 02 Februari 2010

Ada Anak Indonesia di Tim Junior MU

Weleh-weleh siapa nyangka ternyata ada anak indonesia berlatih bola di MU, namanya adalah Hanif Sjahbandi dan usianya baru 13 tahun. Sebagai pesepakbola muda ia kini tengah berlatih bersama salah satu klub besar dunia, Manchester United, di Inggris.
Hanif adalah anggota timnas Indonesia U-13 yang pada bulan Mei 2009 lalu terbang ke Malaysia untuk berlaga di Festival Sepakbola AFC. Kini berbulan-bulan setelah event tersebut Hanif telah berada di tempat yang berbeda, di Manchester.
Dikutip dari detikforum, Hanif yang berposisi sebagai bek kini tengah berlatih bersama tim junior The Red Devils. Dari foto-foto yang tersebar, terlihat Hanif tengah berlatih bersama beberapa anak-anak dari negara lain.
Bahkan dalam salah satu foto tampak ia tengah sibuk memperhatikan instruksi dari pelatih tim reserve MU, Ole Gunnar Solskjaer.
"Ini baru gue dukung tetep semangat ya, teruslah bekerja keras dan jangan lupa doa," ujar salah seorang member forum bernama el_phino, menyemangati Hanif.

Kamis, 28 Januari 2010

persebaya kena denda

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya memberlakukan sanksi denda Rp 250 juta kepada klub Persebaya Surabaya yang tidak bisa memberikan pengarahan kepada suporternya agar tidak memberikan dukungan saat Persebaya melakukan pertandingan tandang dalam lanjutan Kompetisi Liga Super Indonesia. Ketua Komdis PSSI Hinca Pandjaitan mengatakan, Komdis juga memberikan larangan bagi pendukung Persebaya untuk mendampingi Persebaya saat melakukan pertandingan tandangnya hingga 28 Januari 2014.
"Sanksi ini akibat dilanggar oleh pendukung Persebaya sendiri, makanya Komdis langsung memberlakukan sanksi denda Rp 250 juta itu yang sebelumnya masuk dalam sanksi percobaan selama dua tahun tidak boleh didampingi oleh pendukungnya saat melakukan pertandingan tandang," ungkapnya usai sidang Komdis di Sekretariat PSSI, Kamis malam (28/1/10).
Selain itu, dikatakan Hinca yang pernah menjadi penasehat hukum Persebaya beberapa tahun silam, Persebaya juga harus menggelar satu kali pertandingan tanpa penonton dan denda Rp 30 juta. Ini karena panpel Persebaya tidak bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi tim tamu saat menjamu Arema Malang tangga 16 Januari lalu.
"Pertandingan tanpa penonton bagi Persebaya itu harus dijalani Persebaya saat menjadi tuan rumah dalam putaran kedua mendatang," kata Hinca.
Sanksi bagi pendukung Persebaya yang tidak boleh memberi dukungan kepada Persebaya saat melakukan pertandingan tandang di seluruh tingkatan kompetisi yang ada di Indonesia itu, menurut Hinca, karena suporter Persebaya tidak mengindahkan sanksi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Saat suporter Persebaya datang ke Bandung untuk memberi dukungan bagi Persebaya, sebenarnya itu sudah tidak boleh, tetapi tetap dilakukan. Makanya Komdis langsung memberi sanksi tersebut.
"Jika suporter Persebaya itu masih ngotot juga, Komdis tidak segan-segan akan menambah lagi sanksinya," tegasnya.
Karena pendukung Persebaya yang datang ke Bandung untuk mendampingi klubnya bertanding di Stadion si Jalak Harupat tanggal 23 Januari lalu itu, maka klub Persebaya juga harus menanggung kerugian yang diderita akibat ulah suporter Persebaya yang datang ke Bandung, sebesar Rp 50 juta.
Sementara untuk Panpel Persib Bandung saat menjamu Persebaya, Komdis juga memberi sanksi denda sebesar Rp 20 juta. Panpel Persib dinilai lalai menegakkan peraturan yang dikeluarkan oleh Komdis, karena mereka memberi izin pendukung Persebaya masuk ke stadion, ujarnya.
Sementara itu, akibat ulah pendukung Persib yang menyanyikan lagu bernada rasis yang mengejek pendukung tim lain, klub Persib terancam sanksi denda Rp 250 juta.
"Komdis memberi hukuman percobaan kepada Persib Bandung selama musim kompetisi ini berakhir akibat ulah pendukungnya yang menyanyikan lagu bernada rasis tersebut, jika dalam waktu percobaan masih ada lagu-lagu yang bernada rasis dinyanyikan oleh pendukung Persib, maka sanksi denda itu berlaku efektif," urainya.

Followers

  © Design Templates 'sports' by fathony cah ponorogo 2010

Back to TOP