Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Jumat, 19 Maret 2010

Tercepat, Rossi Puji Yamaha

Valentino Rossi melanjutkan performa positifnya di sesi pengujian pra-musim. Di bawah langit malam dan taburan sinar lampu, Rossi tampil jadi yang tercepat dalam sesi pertama pengujian Losail.

Dalam pengujian malam pertama di Qatar, yang notabene merupakan sesi pengujian pra-musim nomor tiga dan terakhir sebelum musim 2010 dimulai, Rossi yang membela panji Yamaha tampil sebagai yang tercepat dengan selisih 0,3 dari Casey Stoner (Ducati) yang ada di posisi dua.

Capaian ini bukan hanya memperpanjang penampilan mengesankan Rossi di ujicoba pra-musim, tapi juga menumbuhkan kepercayaan diri mengingat dominannya Stoner di Losail dalam balapan MotoGP tiga musim terakhir.

Selama periode tersebut, dalam balapan sebenarnya Rossi tak pernah bisa mengungguli Stoner yang selalu keluar jadi juara. Musim lalu, Stoner bahkan menyapu bersih catatan Losail dengan menjadi juara usai meraih pole serta mencatat fastest lap.

"Aku sangat senang hari ini karena ini bukan salah satu lintasan terbaik kami dan datang ke sini untuk jadi yang tercepat menunjukkan bagusnya pekerjaan Yamaha dengan M1 yang baru ini," ucap Rossi bahagia di situs resmi MotoGP. 

"Kami cukup kompetitif dan ini memberiku perasaan menyenangkan, dan aku juga senang karena sudah mencatat waktu lap yang cepat di saat-saat akhir," lanjut The Doctor.

Jawara Superbike 2009, Ben Spies, yang membela tim Yamaha Tech 3 tampil prima dan mencatat waktu terbaik ketiga di belakang Stoner. Colin Edwards yang rekan setim Spies kian meneguhkan dominasi Yamaha dengan berada di posisi empat, diikuti Randy De Puniet dari Honda LCR di posisi lima.

Sementara itu Jorge Lorenzo --rekan setim Rossi di Fiat Yamaha-- yang kembali setelah absen dalam ujicoba kedua di Sepang, tampil cukup baik dan membuat catatan waktu yang menempatkannya di posisi tujuh.

Hasil Sesi Pertama Tes Pra-musim Qatar:

Pembalap-Tim-Waktu-Lap
1. Valentino Rossi, Fiat Yamaha Team, 1:55.402, 64 laps
2. Casey Stoner, Ducati Marlboro Team, 1:55.717, 48
3. Ben Spies, Monster Yamaha Tech 3, 1:55.954, 44
4. Colin Edwards, Monster Yamaha Tech 3, 1:56.540, 59
5. Randy De Puniet, LCR Honda MotoGP, 1:56.588, 54
6. Andrea Dovizioso, Repsol Honda Team, 1:56.811, 65
7. Jorge Lorenzo, Fiat Yamaha Team, 1:56.838, 45
8. Nicky Hayden, Ducati Marlboro Team, 1:56.855, 77
9. Mika Kallio, Pramac Racing Team, 1:56.923, 72
10.  Dani Pedrosa, Repsol Honda Team, 1:57.047, 60
11.  Loris Capirossi, Rizla Suzuki MotoGP, 1:57.099, 40
12.  Marco Melandri, San Carlo Honda Gresini, 1:57.605, 63
13.  Hector Barbera, Aspar Team, 1:57.822, 62
14.  Hiroshi Aoyama, Interwetten-Honda MotoGP, 1:57.888, 75
15.  Marco Simoncelli, San Carlo Honda Gresini, 1:57.891, 63
16.  Aleix Espargaro, Pramac Racing Team, 1:57.898, 67
17.  Alvaro Bautista, Rizla Suzuki MotoGP, 1:57.960, 56

Reli Balikpapan Mundur, Medan Penutup

BMI tetap menjalankan komitmennya dalam menyelenggarakan kejuaraan Rally Nasional di 2010 ini. Meski mundur tapi Balikpapan akan tetap menjadi seri pertama dan akan ditutup di Medan.    

Untuk terus meningkatkan kualitas para pembalap nasional dan juga untuk memasyarakatkan olahraga otomotif, BMI tetap menjalankan komitmennya dalam menyelenggarakan kejuaraan Rally Nasional.

Namun dengan pertimbangan alur logistik transportasi yang searah serta kesiapan para tim reli nasional, BMI merasa perlu melakukan perubahan jadwal yaitu pada putaran pertama Borneo Rally dan putaran kedua Sumatera Rally.

Borneo Rally yang seharusnya digelar di Kalimantan Timur pada 20-21 Maret ini akhirnya mundur menjadi 15-16 Mei. Sedangkan Sumatera Rally menjadi putaran keempat dan akan digelar pada pada 20-21 November 2010.

Sementara Makassar akan digelar dua kali yaitu Celebes Rally pada 24-25 Juli 2010 dan Rally Indonesia, 25-26 September 2010. Sedangkan putaran Reli Indonesia akan lebih bergengsi karena akan menjadi Kandidat Reli Dunia.

"Kami sangat memperhatikan seluruh aspek internal maupun eksternal, dari dukungan Sponsor, Ikatan Motor Indonesia dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Daerah hingga Pusat," kata Jeffrey JP, Direktur Utama BMI.


"Harapan kami agar terwujudnya cita-cita tersebut dengan sinergi dan semangat bersama oleh semua pihak baik Pemerintah maupun Swasta, Komunitas Reli, IMI dan tak kalah penting dukungan media cetak dan media elektronik," tambah Jeffrey JP.

Indonesia Tak Tersisa di Swiss Super Series

Tak ada satu pun pebulutangkis asal Indonesia yang mampu melewati babak kedua turnamen Swiss Super Series. Taufik Hidayat dan Dionysius Hayom Rumbaka turut tumbang.

Taufik dan Hayom adalah dua pebulutangkis asal Indonesia yang bertahan hingga babak kedua karena kemarin, rekan-rekan mereka di nomor lain satu per satu bertumbangan.

Di pertandingan babak kedua yang berlangsung di St Jakobshalle, Basel, Jumat (19/3/2010) dinihari WIB, Hayom berhadapan dengan unggulan kedelapan, Chen Long dari China.

Chen yang merupakan unggulan ke-8 menang 21-12 di set pembuka. Hayom yang baru berusia 21 tahun dapat merebut set kedua dengan 21-17, tapi kekalahan 15-21 di set terakhir menumpas mimpinya lolos ke perempatfinal.

Kegagalan juga ditemui senior Hayom, Taufik Hidayat. Unggulan ketiga itu secara mengejutkan ditumbangkan pemain yang merangkak dari kualifikasi, Kazushi Yamada.

Di set pertama, Taufik selalu tertinggal dari Yamada. Di pertengahan set, Yamada ungggul 9-4, lalu memperlebarnya jadi 18-11. Yamada akhirnya merebut set ini dengan 21-15.

Permainan Taufik tak juga membaik di set kedua. Sempat berkejaran hingga skor 4-4, Yamada lantas melepaskan diri dengan memimpin 15-5 dan kemudian menyudahi laga dengan 21-12 dalam waktu total 33 menit.

Kegagalan di Swiss Super Series ini mengekor kegagalan para pemain Indonesia di turnamen bergengsi All England pekan silam. Saat itu, Indonesia juga tidak berhasil membawa pulang satu gelar pun.

Kamis, 18 Maret 2010

Cuma Taufik & Hayom yang Bertahan

Tak ada pemain-pemain pelatnas Cipayung yang mewakili Indonesia di turnamen Swiss Terbuka Super Series. Dari yang sedikit itu, cuma dua tunggal putra yang bertahan.

Dalam pertandingan babak pertama yang digelar di St Jakobshalle, Basel, Kamis (18/3/2010) dinihari WIB, ada lima pemain/pasangan yang membawa nama Indonesia.

Dionysius Hayom Rumbaka menjadi pemain Indonesia pertama yang turun. Menghadapi Eric Pang asal Belanda, pemuda 21 tahun asal Yogyakarta itu menang 21-14 21-16.

Hayom akan ditemani oleh seniornya, Taufik Hidayat. Taufik yang diunggulkan di tempat keempat di turnamen ini menghabisi pemain Ukraina, Dmytro Zavadsky, dengan 21-18 19-21 21-12.

Namun langkah Hayom menemui tantangan berat karena di babak kedua ia ditunggu unggulan 8 asal China, Chen Long. Sementara Taufik akan meladeni pemain Jepang, Kazushi Yamada.

Keberhasilan dua pemain tunggal putra ini tidak diikuti oleh singelar putri, Maria Febe Kusumastuti. Maria Febe takluk 21-17, 11-21, 15-21 atas Ella Diehl dari Rusia melalui laga sepanjang satu jam.

Yang menyedihkan, kekalahan juga dialami oleh dua ganda putra Indonesia dari lawan yang secara kualitas ada di bawahnya.

Unggulan 5 Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan langsung tumbang karena dikalahkan Adam Cwalina/Michal Logosz dengan 19-21, 17-2. Sedangkan unggulan 3 Markis Kido/Hendra Setiawan dipecundangi Chen Hung Lin/Lin Yu Lang, 19-21, 18-21.

Pemain-pemain Indonesia yang turun di Swiss Super Series adalah pemain yang berangkat dengan biaya sendiri. Pemain pelatnas tidak mengikuti turnamen ini karena miskomunikasi perihal akomodasi di Basel.

Followers

  © Design Templates 'sports' by fathony cah ponorogo 2010

Back to TOP