Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Rabu, 07 April 2010

Selasa, 06 April 2010

Rossi versus 'Kutukan' Seri Pembuka


Dalam beberapa tahun terakhir, Valentino Rossi gagal menjuarai balapan seri pembuka. The Doctor bertekad untuk meruntuhkan "kutukan" tersebut di musim ini.

Dalam empat musim terakhir, Rossi tidak pernah menjadi nomor satu di seri pembuka. Hasil terburuknya adalah di finis posisi 14 di Spanyol tahun 2006.

"Sebelum ini memang balapan pertama kami tidak memetik hasil terbaik," ujar bos tim Davide Brivio seperti dikutip dari Crash.

Musim ini untuk ketiga kalinya secara berturut-turut Sirkuit Losail di Qatar mendapat kehormatan menggelar seri pembuka. Di Losail, Rossi dua kali runner up dan sekali posisi lima.

"Dalam beberapa tahun terakhir kami tidak mendapatkan hasil terbaik di Qatar," tukas The Doctor.

Meski begitu Brivio dan Rossi yakin bahwa "kutukan" tersebut bisa dipatahkan. Ini terkait dengan hasil positif yang mereka raih dalam tes pra-musim.

"Pra-musim berlangsung bagus untuk saya, motor M1 kami performanya apik, Yamaha dan Bridgestone juga menunjukkan kinerja baik dan kami membuktikan telah memiliki kecepatan," kata Rossi.

"Kami hanya punya enam hari untuk menjalani pra-musim, jadi masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan serta penyesuaian terhadap motor baru. Namun kami berada dalam form terbaik," tambah sang juara bertahan itu.

"Akhirnya musim segera dimulai dan kami semua sangat bergairah menyambutnya," pungkas rider berkebangsaan Italia tersebut.

Kamis, 01 April 2010

Barcelona Gagal Raih Kemenangan Atas Arsenal

Arsenal yang sempat tertinggal dua gol akhirnya selamat dari kekalahan setelah Cesc Fabregas memaksa kedudukan menjadi 2-2 dalam duel leg pertama babak perempatfinal Liga Champions di Stadion Emirates, Kamis (1/4/2010) dini hari WIB.

Dalam laga ini Barca unggul terlebih dahulu lewat dua gol yang disumbangkan Zlatan Ibrahimovic pada menit 46 dan 59.

Untuk mengejar ketertinggalan Wenger kemudian memasukkan Theo Walcott. Hasilnya sungguh luar biasa pada menit 67 Walcott sudah bisa menjebol gawang Barca yang dikawal Valdes.

Gol Walcott menambah semangat pasukan The Gunners. Pendukung tuan rumah di menit ke-77 kemudian menyaksikan masuknya mantan pahlawan mereka masuk ke lapangan. Thierry Henry masuk menggantikan Ibra.

Arsenal kemudian mendapat hadiah yang luar biasa dari wasit Massimo Busacca. Di menit 83, kaki Fabregas yang hendak menendang bola di dalam kotak penalti Barca menyangkut di antara dua paha Puyol. Fabregas pun terjatuh dan wasit meninjik titik putih.

Protes keras para pemain tamu tak membuahkan hasil. Puyol pun mendapat kartu merah.

Fabregas yang menjadi algojo sukses mengubah kedudukan menjadi 2-2 lewat tendangan penaltinya. Skor 2-2 ini bertahan sampai pertandingan usai.

Hasil imbang ini memang menguntungkan Barca yang akan melakoni laga keduanya di Nou Camp pekan depan. Sebab Alzugrana punya tabungan dua gol tandang dan cukup main imbang 0-0/1-1 atau menang, akan membawa mereka ke semifinal.

Sementara itu Arsenal harus membayar mahal perjuangannya ini dengan kehilangan Fabregas di partai keduanya karena akumulasi kartu. Tak hanya itu, Fabregas pun terlihat terpincang-pincang usai mencetak gol dan ada indikasi cedera lututnya kembali kambuh.

Gol Milito Menangkan Inter Milan Atas CSKA Moskwa

Tuan rumah Inter Milan susah payah mengalahkan CSKA Moskwa dalam leg pertama perempatfinal Liga Champions. Gol sematawayang dibuat oleh Diego Milito.

Inter diawal pertandingan langsung melancarkan serangan dan sepanjang babak pertama banyak menebar ancaman ke gawang CSKA. Namun rapatnya pertahanan yang dikomandani kiper Igor Akinfeev membuat Inter kesulitan membuat gol. Apalagi sang kiper juga tercatat beberapa kali membuat penyelamatan penting.

Pertahanan Akinfeev akhirnya bobol oleh Diego Milito pada menit ke-65. Sneijder menikam dari kiri, lalu mengoper bola kepada Milito di pinggir kotak penalti. Dengan tendangan geledeknya, pemain Argentina itu sukses mengirim bola ke pojok gawang.

Lima menit kemudian, Inter hampir mencetak gol kedua. Pandev berhasil melewati Akinfeev dan mengirim bola ke gawang dari sudut sempit. Apes bagi Inter, Alexei Berezutski berada di bibir gawang dan berhasil membuang si kulit bulat.

Hingga akhir pertandingan, Inter mendominasi penguasaan bola. Akan tetapi, pertahanan rapat dari tim asuhan Leonid Slutsky tersebut mampu mencegah terjadinya gol tambahan.

Skor 1-0 di Giuseppe Meazza ini sebenarnya terbilang kurang memuaskan buat Inter yang pada pertemuan kedua pekan depan bakal ganti melawat ke Luzhniki Stadium, di mana mereka akan bermain di lapangan artifisial yang bisa jadi batu sandungan.

Followers

  © Design Templates 'sports' by fathony cah ponorogo 2010

Back to TOP